Kajinews, Sungguminasa  _  Tidak kalah jurus, akhirnya permainan petak umpet pelaku tambang liar dihentikan jajaran Polres Gowa.

Seperti diberitakan sebelumnya, satu lagi usaha tambang liar yang ada di Desa Parangloe Biringbulu milik seorang pengusaha plat merah berhasil ditutup Polres Gowa.

Kepala Desa Parangloe Nurdin, secara jelas menyebut nama H Cici sebagai pengelola tambang yang ada didesanya.

Namun ia mengelak kalau memberikan ijin tambang. “Apa kapasitas saya mengeluarkan ijin,” tandasnya.

Lebih jauh, Nurdin mengaku tidak mengetahui apakah usaha tambang di desanya itu miliki ijin atau tidak.

“Yang saya pahami, beliau (H Cici, Red) itu orang terkenal, beliau yang punya alat berat. Lokasi tambang itu milik warga,” terang Kades.

See also  Polda Sulsel Dinilai Tidak Serius Tangani Kasus Imtaq di Gowa

Menurutnya, hasil tambang berupa sirtu dipergunakan untuk perbaikan jalan di desanya.

Dia juga menyebutkan kalau saat tambang ditutup pihak polres, dia tidak berada di lokasi karena sedang ada urusan di Sungguminasa.

Sebenarnya, kegiatan tambang itu, menurut Kades ada plusnya karena kedalaman sungai dikeruk. Bahkan, menurut dia, jika punya modal maka akan diusahakan pengerukan sungai.

Terus terang, Kades mengakui kalau secara finansial pemerintah desa tidak mendapatkan kontribusi dari usaha tambang itu. Yang penting, menurutnya, kepentingan masyarakat dapat terlayani melalui perbaikan infrastruktur di desanya.

Meski demikian, warga meminta kepala desa untuk tidak menutup mata terhadap kejadian di desanya. / Larasati M