Sungguminasa, Kaji-news.com _ Terkait keluhan pihak rekanan peserta tender di Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Gowa yang ramai dibicarakan di grup WA, akhirnya ditanggapi Kepala ULP Gowa Aisyah Najamuddin MM.

Menurutnya, tidak benar tudingan yang dialamatkan ke pihaknya. “Semua proses lelang, berjalan sesuai prosedur”, ujarnya.

Senada, anggotanya di pokja ULP menyampaikan bahwa tidak ada penambahan syarat kelulusan di luar dari yang telah ditetapkan.

Untuk diketahui, sebelumnya, pada proses lelang di ULP Gowa, rekanan (sebut saja A) mengeluhkan persyaratan tambahan untuk ikuti proses lelang. Menurut dia, hal itu di luar nalar dan terkesan mengada-ada.

A menyebutkan kalau dokumen yang dicari pokja tidak pernah dibahas pada proses pelelangan sebelumnya (pertama) sebagai persyaratan kualifikasi.

See also  Kembali, Terjadi Pencabulan Anak Dibawah Umur, Pelaku Kini Ditahan di Polres Gowa

Pada saat penjelasan di pelelangan kedua (pengadaan maupun panitianya, sama), pokja mencari lampiran daftar riwayat hidup. Terkait hal itu, A menyebutkan bahwa sebelumnya, pokja hanya meminta data jumlah karyawan.

“Semua permintaan pokja (lelang pertama dan lelang kedua) telah kami upload dengan pemahaman tidak ada persyaratan yang berubah”, terang A.

Hal lain yang mengherankannya adalah terkait penawaran. A mengaku kalau penawarannya lebih rendah dari rekanan lainnya dan tidak ada penjelasan pokja kalau penawarannya tidak wajar.

Hal ganjil lainnya, sebut A, saat pembuktian dokumen. Sebagai rekanan, A bertanya-tanya, kenapa pihaknya tidak diundang.

Karena ketidak hadirannya di proses pembuktian membuatnya tidak mengetahui dokumen pendukung lain yang harus ditambahkan.

See also  Kemarin 605 Calhaj Gowa Dilepas Adnan

Pihaknya hanya mengetahui kekurangan dokumen pendukung

pada saat penjelasan.

Akibat dokumennya dianggap tidak lengkap, A mengaku tidak bisa mengikuti proses selanjutnya.
/ Rangga