Kajinews, Sungguminasa  _  Gowa Kabupaten Pendidikan (GKP) adalah merupakan bagian dari misi dari pembangunan yang dilakukan Bupati. Program tersebut dimulai dari meningkatkan layanan pendidikan, dimana, diharapkan nantinya akan meningkatkan mutu pendidikan.

Program tersebut menurut Kadis Pendidikan Kabupaten Gowa Dr Salam tidak bisa dilakukan secara instan atau semudah membalik telapak tangan. Dibutuhkan waktu dan beberapa tahap pembenahan pada unsur manusia atau SDM.

“Saat ini, kita sudah dikunjungi beberapa kabupaten, termasuk Yogjakarta sehubungan dengan pendidikan. InsyaAllah, di 2020 GKP akan terealisasi,” ujar Kadis Pendidikan.

Salam membeberkan bahwa saat ini (2018), progres GKP sudah 94,6 %. Sisanya 5,4 % masih terkendala di SDM. Sehingga, ia mengakui kalau sedang berupaya melakukan pembenahan pada pondasi seperti mengubah pola pikir, pola hati dan pola tindakan.

See also  Wakapolda Sulsel Launching Aplikasi Mantap Polres Gowa

Untuk itu, beberapa langkah strategis yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa dalam mewujudkan Gowa Kabupaten Pendidikan, diantaranya adalah membenahi sistem persekolahan, sentra pendidikan, pembelajaran berbasis ramah anak dan Inggris camp.

Terkait pembenahan sistem persekolahan, pihaknya melakukan pengembangan tata kelola sistem persekolahan.

Menurut dia, ada empat belas poin pada pengembangan tata kelola sistem persekolahan, yang terbagi kedalam dua bagian berupa pembenahan unsur manajerial (6 poin) dan akademik (8 poin). Khusus pembenahan akademik, dilakukan melalui pemanfaatan I.T pembelajaran, dimana, selama ini IT yang digunakan adalah I.T pendataan.

“IT pembelajaran ditujukan untuk interaksi belajar-mengajar atau yang dikenal dengan nama Google for Education,” paparnya.

See also  Wabup Gowa Buka Rakor DLH Terkait Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

Aplikasi tersebut memanfaatkan semua situs pendidikan. Untuk mata pelajaran yang sama, guru di seluruh dunia dapat saling berinteraksi.

Pada pengembangan sentra edukasi yang berada pada tingkat sekolah, memiliki makna filosofi belajar yang baik tidak harus dalam kelas, dalam suasana diam tetapi memobilisasi anak dalam belajar, mengamati lingkungan dan membuat laporan. Artinya, siswa tidak lagi ditempatkan sebagai objek tapi sebagai pelaku (subjek).

Pada konsep tersebut, enam sekolah meraih penghargaan Piala Adiwiyata di tingkat provinsi. Materi penilaian pada Adiwiyata adalah kebersihan, kesehatan dan artistik.

Terkait pembelajaran berbasis ramah anak, disyaratkan psikologis anak dalam suasana nyaman untuk mendukung penggunaan I.T maupun sentra pembelajaran.

See also  Berikan Pelayanan Maksimal, Manajemen RSUD Syekh Yusuf Keluarkan Maklumat Pelayanan

Pada konsep Inggris Camp, siswa dibekali ilmu bahasa selama berada dalam camp sehingga siswa diharapkan mampu menyerap dan menguasai bahasa inggris.

Dari rangkaian langkah strategis diatas, Salam mengakui kalau pihaknya memiliki scedul capaian program yang terangkum dalam 27 indikator pendidikan bermutu menuju frame Gowa Kabupaten Pendidikan.

Berbicara prestasi, Salam membeberkan kalau Dinas Pendidikan telah meraih predikat pertama (sangat baik) pada (01/02/2018) lalu untuk akuntabilitas layanan pendidikan. / Larasati M