Home Pendidikan Terancam Warung Orang Tuanya Akan Dibongkar, Seorang Anak Terancam Putus Sekolah

Terancam Warung Orang Tuanya Akan Dibongkar, Seorang Anak Terancam Putus Sekolah

Kaji-news, Pinrang  _  Dua kali penyampaian surat dari Kelurahan Maccorawalie Kecamatan Watang Sawitto Pinrang terhadap usaha warung ibu satu anak berdampak pada anaknya yang tidak bisa lagi melanjutkan pendidikan. Padahal biaya sekolah diperoleh dari hasil mengumpulkan keuntungan berdagang di warung tersebut.

Surat tertanggal 4 dan 5 Juni 2018 dengan nomor 32/KMW/VI/2018 itu memerintahkan pemilik warung untuk segera membuka/membongkar warung miliknya dengan alasan berada diatas saluran irigasi.

Ironinya, surat berbau diskriminatif dari Farid SH selaku lurah ternyata hanya untuk Hasnawati Latin, ibu satu anak tersebut. Sementara pada area yang sama berdiri juga bangunan lain namun tidak ikut disurati oleh pihak kelurahan.

Saat ditemui, Hasnawati hanya pasrah menunggu kepastian nasibnya. Ia mengaku kalau ia telah didatangi Lurah di rumahnya dan menyampaikan surat yang berisi perintah membongkar warungnya.

“Kenapa hanya saya diperlakukan seperti ini. Kemana lagi saya mencari uang untuk biaya hidup dan pendidikan anak kalau tempat ini dibongkar. Tidak ada yang carikan nafkah, saya hanya hidup berdua dengan anak saya,” ucap Hasnawati Latin memelas.

Menanggapi drama hidup ibu Hasnawati, Ketua Lembaga LALHAM, Hasjuddin, menyampaikan rasa prihatinnya dan sangat menyayangkan sikap Lurah Maccorawalie terhadap masyarakat lemah.

“Kami mendukung penegakan aturan dan hukum namun jangan diskriminasi. Jangan hanya menertibkan satu tempat tapi harus diberlakukan sama untuk semua yang melanggar aturan,” papar Hasjuddin.

Berbeda, Ketua Lembaga PSOD, Ruslan Ma’rupi menanggapi kondisi tersebut. “Apa sudah tidak ada urusan lebih besar sehingga harus mematikan usaha kecil seorang ibu dan biaya sekolah anaknya di sekolah lanjutan pertama,” tanya Ruslan M.

Sementara Lurah Maccorawalie, M Farid, saat ditemui dikantornya pada Selasa, 5/6/2018 menyampaikan bahwa ia hanya menjalankan perintah atasan. Terkait kenapa hanya warung milik Hasnawati Latin yang diperintahkan untuk dibongkar, menurutnya, itu merupakan perintah Camat Watang Sawitto.  / Tim Kaji.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Pokja & PPK Dinas PUPR Jeneponto Dapat Kritik Tajam Dari Lsm Kompleks

Kaji-News, Jeneponto | Proyek Pembangunan Infrastruktur Trotoar/Pedestrian Jalan/Drainase paket IV (empat) Dinas Pekerjaan Umum dan Penetaan Ruang Bidang Bina Marga Kabupaten Jeneponto tahun anggaran...

Lampu Jalan Tidak Berfungsi Normal, Jembatan Kuning Bak Jembatan Bolong

Kajinews, Mamuju  _  Jembatan di kaki Gunung Gandang Dewata yang melintas diatas Sungai Takandeang itu adalah pengganti Jembatan Bolong. Namanya Jembatan Kuning. Terletak di...

Tak Penuhi Espektasi Masyarakat, Jembatan Kuning Mamuju Terabaikan

Kajinews, Mamuju  _  Jembatan dengan konstruksi kolong pertama di Indonesia, Jembatan Kuning bukan hanya kebangaan Sulbar tapi kebangaan masyarakat Indonesia. Sayangnya, saat ini, pengemudi roda...

Letkol Nav Janur Yudo Anggoro MTr (Han) Jabat Danskadik 403 Lanjut Adi Sumarmo

Kajinews, Mamuju  _  Komandan Lanud Adi Soemarmo Kolonel Pnb Adrian P Damanik ST memimpin upacara serah terima jabatan Komandan Skadron Pendidikan (Danskadik) 403 Lanud...

Kisruh Tambang di Pinrang, Kajati Sulsel Mengaku Berkoordinasi dan Bekerjasama Beberapa Pihak

Kajinews, Mamuju  _  Terkait permasalahan tambang yang ada di wilayahnya, Kajati Sulsel Firdaus Dewilmar SH MH menyampaikan kalau pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa...
%d bloggers like this: