Kajinews, Takalar _  Penggerukan pasir laut di pesisir pantai Galesong raya menimbulkan efek kerusakan lingkungan yang mengancam ekosistem laut dan mempengaruhi kondisi sosial masyarakat.

Efek kerusakan lingkungan yang ditimbulkan, berupa terbongkarnya area pemakaman umum Dusun Sampulungan Caddi, Desa Sampulungan, Kecamatan Galesong Utara, sehingga tulang belulang manusia berserakan dipesisir pantai.

Menyikapi hal ini, Bupati Takalar Syamsari S.pt, M.M dengan tegas meminta agar aktivitas penambangan pasir dihentikan. Selain itu, ia meminta agar wilayah Galesong serta Sanrobone dikeluarkan dari zona tambang pasir laut.

“Kami sudah sampaikan ke Pak Gubernur, kiranya tambang pasir laut di wilayah Takalar dihentikan dan dikeluarkan dari Zona Tambang Pasir Laut,” Tegas H. Syamsari, Senin (19/11/2018).

Lebih jauh, Bupati Takalar menjelaskan akan membuat upaya pencegahan kerusakan lingkungan dari efek penambangan pasir.

“Ini merupakan tanggung jawab pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana,” ujarnya.

Terkait abrasi, kata dia, pihaknya akan pikirkan rehabilitasi dan upaya pencegahan agar tidak memakan korban lebih besar.

“Kami akan koordinasikan dengan aparat desa sampai OPD yang berwenang, seperti BNPBD, Dinas PUPR, Sosial serta berkoordinasi dengan instansi vertikal, sehingga banyak yang bisa memikirkan dan terlibat,” pungkas H Syamsari.

Sementara itu, penanganan darurat yang dilakukan terhadap abrasi di Desa Sampulungan, bupati takalar menyatakan telah mengarahkan untuk memindahkan sementara, tulang belulang yang berserakan dibibir pantai ke wilayah yang tidak terdampak abrasi.

Tercacat, sebanyak 8 kerangka tulang belulang telah dikumpulkan pemerintah desa setempat untuk dipindahkan ke area yang aman. / Darwis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here