Kajinews, Jeneponto _ Bertahun-tahun hancur, Kantor Lurah Pantai Bahari Kec. Bangkala tak sedikitpun dapat perhatian Pemda Jeneponto

Menurut pengakuan beberapa warga, hal itu sudah berlangsung sejak tahun 2015 lalu. Akibatnya pelayanan terhadap warga kini tidak maksimal.

Dari pantauan lokasi pada, Senin 24/06/2019 terlihat Kantor Lurah hanya menyisakan beberapa dinding dan tanpa atap, sehingga tak layak disebut sebagai kantor.

“Kantor ini sudah termakan usia. Awalnya kantor lurah dibangunan melalui swadaya masyarakat. Kami meminta Pemda Jeneponto membangun kembali kantor tersebut,” ujar Baharuddin Dg Nawa.

Dia menambahkan kalau selama ini staf dan lurah berkantor di Pustu yang ternyata juga tidak layak.

“Bahkan sebelumnya berkantor di kolom rumah,” ungkapnya, Senin 24/06/2019.

See also  Berikan Solusi, Camat dan Lurah Sepakat Gunakan Jurus Sakti 'Buang Handuk'

Senada, Muda Dg Sewang juga menyebutkan bahwa kondisi itu akhirnya mempersulit warga.

“Pak Camat Bangkala sudah pernah meninjau, namun sampai sekarang tidak pernah terealisasi. Kami sebagai warga yang merasakan langsung. Untuk itu kami meminta segera dilakukan perbaikan agar masyarakat bisa mendapat pelayanan, karena selama ini agak terhambat,” pinta Muda Dg Sewang.

Muda menyebutkan kalau di Musrenbang sudah sering kali di bahas, namun tidak pernah terealisasi.

“Bahkan pernah ada anggota DPRD dari Fraksi PKS H. Zainuddin Bata, berjanji untuk memperjuangkan pembangunan kantor lurah, tapi nyatanya, sampai sekarang tidak terbukti.” tuturnya dengan nada kecewa.

Dikonfirmasi, Kepala Kelurahan Pantai Bahari Muhammad Nasir SH membenarkan jika hal tersebut sudah bertahun tahun terjadi, namun belum juga dapat perhatian pemerintah.

See also  Timses Bupati Diduga Kangkangi Proyek Paleteang

“Sudah bertahun tahun begini. Berulangkali diusulkan perbaikan kantor Lurah. Sebenarnya, sudah pernah dianggarkan dan dicairkan dananya. Tapi ternyata anggarannya malah dialihkan ke kelurahan lain di Jeneponto,” jelas M Nasir.

Dia menyebutkan juga kalau semua dokumen negara hancur karena hujan. Bahkan, kata dia, rumahnya pernah dijadikan kantor darurat.

“Kami tidak tahu apa penyebabnya sehingga kantor tidak di perbaiki hingga kini,” tutup Lurah Pantai Bahari.