Kajinews, Mamuju  _  Jembatan dengan konstruksi kolong pertama di Indonesia, Jembatan Kuning bukan hanya kebangaan Sulbar tapi kebangaan masyarakat Indonesia.

Sayangnya, saat ini, pengemudi roda empat atau lebih mesti ekstra hati-hati ketika masuk ataupun meninggalkan mamuju, kalau tidak mau kendaraan maupun muatannya mengalami kerusakan.

Pasalnya, sebagai pengganti jembatan bolong, jembatan kuning, selain tidak lagi indah dimalam hari tapi rawan laka lantas.

Hal itu bukan tanpa alasan. Seorang warga yang kesehariannya berada disana menjelaskan, sudah lima bulan terakhir aspal di area jembatan kuning berlubang di kedua sisi bagian ujung.

Warga yang tidak mau disebutkan namanya itu mengatakan bahwa tidak ada upaya perbaikan dari pemerintah. Dia menduga kerusakan aspal dipengaruhi oleh berat kendaraan dan muatannya serta drainase yang tidak berfungsi baik, sehingga air naik ke aspal dan masuk ke area jembatan kuning.

See also  Lampu Jalan Tidak Berfungsi Normal, Jembatan Kuning Bak Jembatan Bolong

Kondisi itu berbahaya bagi kendaraan tonase besar saat akan melintas diatas jembatan kuning.

Sepertinya, espektasi Wing Kusbianto (Kepala bidang perencanaan dan pengawasan BBW wilayah VI Makassar) saat pengoperasian jembatan kuning pada, Jum’at (28/3/2014) lalu, untuk saat ini dan beberapa waktu kedepan, akan jauh dari harapan.

Jembatan seharga 27 Milyar Rupiah itu, kini kondisinya tampa perawatan dan terkesan diabaikan. Jembatan Kuning hanya menyisakan harapan masyarakat dan pengemudi agar segera dilakukan perbaikan demi kebanggaan masyarakat Indonesia. / Rangga