Kajinews, Pangkep _ Sengketa tanah yang terjadi antara masyarakat di Kabupaten ‘Seribu Pulau’ tampaknya tidak akan pupus. Bahkan, sengketa bisa juga terjadi antara masyarakat dan pemerintah.

Hal tersebut diduga dipengaruhi oleh tidak adanya niat baik pelaku dan pelayan masyarakat di kabupaten tersebut.

Plus adanya Sismeop pada tahun 2010 lalu. Dimana, seorang warga terancam kehilangan hak miliknya atas sepetak tanah warisan.

Akibat perilaku culas oknum pemerintah, Saddike bersaudara ahli waris Bandu B Sakka, hingga kini berseteru dengan seorang warga dari kampung tetangga.

Pasalnya, dia yang merupakan warga kampung Letengcinranae Kelurahan Attangsalo Kecamatan Ma’rang diperlakukan tidak adil dan dimainkan hak kependudukan, hak sosial bahkan hak kewarisannya oleh oknum aparat pemerintahan dimana mereka tinggal.

Praktek itu dirasakan sejak pemerintahan tingkat rukun tetangga sampai pada tingkat kecamatan saat mengurus administrasi kependudukan untuk perjuangkan haknya.

Kondisinya diperburuk oleh adanya Sismeop oleh KPP Pratama Maros atau yang lazim disebut Bola Sima oleh suku bugis.

Keturunan Bandu menyebut ada kecurangan yang dilakukan oleh orang yang bertugas menunjukkan batas tanah yang kebetulan adalah lawan mereka yang berposisi sebagai Ketua RT di Paccerakeng Kelurahan Attangsalo, yang diduga kuat bekerjasama petugas Sismeop.

Salah seorang mantan pejabat lurah di daerah itu menyebutkan bahwa akibat Sismeop 2010 dan aparat pemerintahan yang “bermain” akan terus mewarnai konflik pertanahan di Kabupaten Pangkep. / Ilham

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here