Kajinews, Pinrang  _  Sulitnya mendapatkan tabung gas elpiji berukuran 3 Kg di Kota Pinrang mulai dirasakan warga. Betapa tidak, di sejumlah kios (pangkalan/pengecer gas elpiji) dalam beberapa hari terakhir ini tidak lagi dapat dijumpai. Akibatnya, warga harus rela pergi jauh berkeliling demi mendapatkan kebutuhan pokok tersebut.

Sahidah, salah seorang warga Jl.  Poros Pinrang Jampu mengaku sangat kesulitan mendapatkan tabung gas, bahkan, dirinya sampai harus bolak-balik masuk kota pinrang demi satu tabung gas elpiji.

“Tabung gas 3 Kg sekarang susah didapat, padahal kami mau pakai masak. Warung dekat rumah sudah beberapa hari ini tidak menjual gas elpiji,” ujar Sahidah.

Lanjut, ibu yang bersuamikan petani itu menambahkan bahwa selain tabung susah didapat harganya juga melambung tinggi di tingkat pengecer.

“Sekarang, selain susah didapat, pengecer mengharuskan kami membayar gas elpiji seharga 30 ribu rupiah per tabung. Padahal, semestinya harga di pengecer hanya 17 ribu rupiah. Kalau begini terus, kami warga kecil pasti kewalahan,” ujarnya.

Sahidah dan warga di Pinrang berharap kelangkaan tersebut dapat segera diatasi pemerintah daerah.

Dari pantauan lapangan di agen maupun pangkalan, memang terjadi kelangakaan pada tabung 3 Kg. Salah satu pengkalan yang berada di Jalan Sukawati mengaku kalau sudah beberapa hari ini suplai dari agen tidak lancar.

“Kami di pangkalan juga heran kenapa tidak lancar pengiriman tabung dari agen. Biasanya, setiap hari dikirim sesuai pesanan kami, sekarang tidak lagi. Kami tidak tau kenapa,” ujar pemilik pangkalan yang tidak bersedia disebutkan namanya. / Jim A Yafii

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here