Kajinews, Makassar  _  Di penghujung tahun 2018, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) gelar rilis di Aula Mapolrestabes Makassar.

Kegiatan dipimpin langsung Irwasda Polda Sulsel Kombes Pol Robert Haryanto pada, Sabtu (29/12/18). Nampak hadir, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mendampingi Irwasda.

Pada kesempatan itu, beberapa catatan seperti pembinaan hingga operasional sepanjang tahun 2018, dipaparkan Kabid Humas Polda Sulsel.

Untuk bidang pembinaan, Polda Sulsel merencanakan peningkatan status 3 Polres di Sulsel menjadi Polrestabes yakni Polres Parepare, Polres Bone dan Polres Palopo.

Selain itu, berbagai inovasi pelayanan untuk memudahkan masyarakat telah dilakukan. Diantaranya, pelayanan SKCK online, pembayaran pajak kendaraan secara online serta yang terbaru adalah tilang elektronik di Kota Makassar.

See also  Memastikan Kesiapan Pelayanan Angkutan Laut, Dirjen Hubla Kunjungi Pelabuhan Makassar

Polda Sulsel juga melakukan berbagai kegiatan empati kepada korban bencana alam, “Seperti gempa bumi di NTB, sembako serta uang tunai senilai 1,5 milyar disumbangkan, sedangkan bencana alam di Palu, Sigi dan Donggala Polda Sulsel menyalurkan bantuan uang tunai senilai 1,7 milyar,” beber Kabid Humas.

Lebih jauh, Kabid Humas menjelaskan bahwa jumlah penanganan perkara menurun di tahun 2018. “Di tahun 2017, jumlah kasus sebanyak 26.770 sedangkan 2018 jumlahnya 26.364 atau menurun sebanyak 1.52%,” ungkapnya.

Untuk penanganan kasus narkoba, Polda Sulsel berhasil mengungkap 1601 kasus di 2018, meningkat dibanding tahun 2017 yang berjumlah 1586 kasus. “Pada barang bukti sabu petugas menyita 32 Kg meningkat 12 Kg dibanding tahun 2017 yang berjumlah 20 Kg,” lanjut Dicky.

See also  Asyik Nyabu, Pemuda Tikke Dibekuk Aparat

Untuk bandar, Dicky menyebutkan berhasil mengamankan 80 orang tersangka. Angka itu naik signifikan dibanding tahun 2017 yang hanya berjumlah 22 tersangka.

Pada kesempatan itu, Kombes Pol Robert Haryanto menyampaikan rasa terima kasihnya kepada hadirin atas partisipasi aktif dalam rilis akhir tahun. / Anisah AM