Kajinews, Pangkep  _  Akibat sengketa tanah di Talaka/Laikang Kelurahan Attangsalo, dua keluarga yang awalnya terikat persahabatan akhirnya berseteru.

Dari penyampaian beberapa sumber yang dapat dipercaya, menyebutkan bahwa pada awalnya Ngatta bin Tongki meminta sepetak tanah milik Bandu B Sakka sahabatnya, untuk diolah dan ditanami ubi kayu.

Tanah itu teregister di buku tanah (rinci) dengan Nomor Kohir 301 Nomor Urut 11 Atas Nama Bandu B Sakka dengan IPEDA Tahun 1976 Kohir/F 301 Nomor Urut 234/LK/76.

Objek PBB melalui SPPT Nomor 73.09.080.011.000-0310.7 yang terletak di Talaka/Laikang tersebut, memiliki luas keseluruhan 12.200 M2.

Karena orang tuanya meninggal, Arifin melanjutkan mengolah tanah seluas 13 Are yang diserahkan sementara oleh Bandu ke Ngatta untuk diolah.

Namun entah apa sebabnya, Arifin merubah SPPT Nomor : 73.09.080.011.000-0310.7 atas nama Bandu menjadi SPPT Nomor: 73.09.080.011.027-0110.0 atas namanya. Perubahan terjadi setelah Sismeop pada 2010.

Mencari tau apa pasal, ahli waris Bandu tidak menemukan kejelasan. Pihak-pihak pemerintahan di Kelurahan Attangsalo maupun Kecamatan Ma’rang tidak memposisikan diri sebagai penengah yang sebenarnya.

Meskipun pemerintah setempat telah berulang kali lakukan mediasi, namun waktu hanya dihabiskan debat berkepanjangan, karena Arifin bertahan meski surat yang ditunjukkan sebagai bukti kepemilikannya menunjukkan objek berbeda dan lokasi berbeda pula terhadap objek pajak milik Bandu B Sakka yang dia klaim sebagai miliknya. / Ilham

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here