Kajinews, Pasangkayu _ Ada warna berbeda yang coba ditampilkan siswa-siswi MTs DDI Pasangkayu dalam pemilihan ketua OSIS. Kali ini, proses pemilihan dianggap kreatif dan unik. Selain itu, para siswa tidak memakai pakaian putih biru layaknya anak sekolahan.

Kepala MTs DDI Pasangkayu, Nurhaeni, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan. Dimana, siswa-siswa akan memahami proses demokrasi di Indonesia sehingga pemilihan Ketua OSIS bisa dijadikan proses pembelajaran.
“Kegiatan kali ini dijadikan suatu proses pembelajaran untuk memahami proses demokrasi di Indonesia,” ungkap Nuraeni, pada Sabtu (25/08/2018).

Banyak hal yang dapat dipetik pada kegiatan tersebut, salah satunya adalah nilai kejujuran, trasnparansi dan semangat cinta tanah air melalui hak suara pada saat mereka berumur 17 tahun nanti beber Nuraeni lebih jauh.

See also  BBM dan Elpiji Langka, Masyarakat Pasangkayu Belum Rasakan Kemerdekaan

Ketua Panitia, Aulia, menyampaikan hal senada. Menurutnya, ia bersama teman-temannya ingin mengetahui proses pelaksanaan pemilihan, sehingga pada pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS ini mengadopsi sistem pemilihan umum yang sering dilaksanakan.

Ia menambahkan bahwa pemilihan Ketua OSIS sama dengan pemilihan bupati dan wakilnya dimana sama-sama dipilih oleh rakyat.

“Calon bupati dan wakilnya dipilih oleh rakyat, sedangkan Ketua OSIS dipilih oleh siswa,” katanya.
Salah seorang siswa, Nilam Cahya pada pasca pemilihan menyatakan bahwa konsep pemiliha ini sangat menarik karena baru kali ini dilaksanakan secara langsung.

“Mungkin ini yang pertama di Pasangkayu. Modelnya mirip dengan pemilihan yang dilaksanakan selama ini,” ujar Nilam.
Berdasarkan pantauan, pemilihan Ketua OSIS diawali dengan proses pemilihan dan berakhir dengan penghitungan suara. / IA – Jamal