Kaji-News, Kendari  _  Terkait adanya pengrusakan baliho milik Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) yang dilakukan oleh oknum atas perintah langsung Bawaslu Kendari maka Ketua Pospera Kendari, Bram Barakatino lakukan langkah pelaporan ke DKPP RI yang dilanjutkan dengan  pelaporan pidana pengrusakan ke Polresta Kendari.

Pospera mengaku kalau sebelum melakukan pelaporan, pihaknya terlebih dahulu mengumpulkan bukti-bukti keterlibatan oknum panwaslu atas pengrusakan tersebut.

Menurut Bram, tindakan pengrusakan termasuk fatal. Pasalnya, menurut Bram, Bawaslu mestinya tahu kalau Pospera adalah ormas bukan partai peserta pemilu. Semestinya, mereka (bawaslu-red) lakukan konfirmasi terlebih dahulu ke kami karena lembaga pemerintah jika bertindak secara kelembagaan sejatinya administratif dipenuhi, terang Bram.

See also  Jum'at Bersih Kapolsek Bissappu Bersama Anggota

Lanjut, Bram menyebut, jika orientasi oknum yang bekerja sebagai komisioner bawaslu itu mengatakan pelanggaran hanya karena tulisan caleg di baliho, itu tandanya, dia yang melegitimasi bahwa POSPERA adalah partai peserta pemilu. Padahal, meski demikian, sampai saat ini parpol juga belum memberikan dukungan calon.

“Jadi, aduan ke DKPP RI itu bukan sikap tergesa-gesa kami karena sudah melalui tahapan pengkajian dan pertimbangan matang,” lanjutnya.

Terkait pengrusakan yang masuk unsur pidana, Bram mengaku juga melaporkan hal tersebut ke Polresta Kendari pada Rabu (6/6/2018) kemarin. Sebab menurut dia, hal tersebut bukan persoalan sepele. Di dalam baliho itu jelas ada foto Presiden Joko Widodo selaku pelindung dan penasehat POSPERA, ada logo POSPERA, ada foto Erwin Usman selaku Ketua DPP dan ada logo Persatuan Nasional Aktivis 1998.

See also  Tunjukkan Solidaritas dan Kepedulian Sosial, KRP Bersih-bersih Masjid

“Itulah sebabnya kami sangat menolak tindakan oknum yang dilakukan secara tidak prosedural dan melawan hukum,” pungkas Bram.    / Darman