Kajinews, Takalar _ Pembangunan kedua gedung tersebut, hingga kini dalam tahap penyelesaian.

Dari hasil pantauan BAKON, dua bangunan yang bernilai ratusan juta itu, memiliki kualitas bangunan yang baik.

Bahan bangunan yang digunakan sesuai RAB, demikian pula pelaksanaan telah sesuai gambar dan tidak ditemukan penggunaan pasir laut seperti yang dituduhkan beberapa waktu lalu.

BAKON juga menilai pembesian, pasir dan semen sudah sesuai takaran dan petunjuk yang ada.

Lembaga Badan Anti Korupsi Nasional (BAKON) yang merilis keterangannya, memuji kualitas bangunan yang kini tengah dikerja saat berkunjung ke lokasi pembangunan.

Peneliti BAKON Irwan Hasan Tiro menilai Kepala Sekolah SMKN 1 Takalar  Mudatzir, perlu mendapat apresiasi positif.

See also  Bhakti Keadilan Hadir Berikan Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin

Menurutnya, selain mengerjakan bangunan dengan baik, Mudatzir dinilai cukup berpengalaman dengan konstruksi.

Lebih jauh Irwan menyampaikan bahwa selain itu, Mudatzir juga berpengalaman sebagai kepala Sekolah, sebelum menjadi Kepsek di SMKN 1 Takalar, ungkapnya.

Hariadi, orang tua siswa di sekolah tersebut, menilai kinerja kepala sekolah terbilang cukup baik dan mampu berkomunikasi dengan baik dengan orang tua siswa.

Menyinggung soal usulan melengser Mudatzir sebagai Kepala Sekolah, Hariadi menilai itu tidak beralasan karena kami menilai kepala sekolah bekerja dengan baik. Disamping itu beliau bukan berstatus koruptor atau narapidana.

“Mungkin saja ada orang iri dengan kemajuan sekolah kita, tapi kami, para orang tua murid, siswa dan masyarakat menilai kinerja Mudatzir cukup baik memimpin,” Kilahnya.

See also  Badik Bicara, Pasal 351 KUHP Menjerat Abbas

Sementara itu, Dg Talli salah seorang warga Boddia Galesong, menanggapi adanya tuntutan kepala Sekolah untuk mundur.

“Dengan dasar apa kepala sekolah ingin diturunkan? kami warga disini senang dengan keberadaan beliau,” ungkapnya. / Darwis