Kajinews, Pasangkayu  _  Pasca dibolehkannya penggunaan vaksin Maesless Rubella (MR), produk dari serum Institute Of India (SII) untuk imunisasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu semakin gencar melakukan imunisasi vaksin MR melalui Puskesmas hingga sekolah-sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Pasangkayu, dr H Muh Alief Satria mengatakan bahwa dengan Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018, yang kemudian ditindak lanjuti melalui Rekomendasi MUI maka pemberian vaksi akan tetap berjalan. Namun menurutnya, pemberian vaksin tidak dipaksakan.

“Sebelum ada yang halal, maka kita tetap vaksin MR. Bulan lalu, kami sudah mengirim 17 sampel ke Surabaya. Dari 17 sampel yang dikirim, ada 16 positif Rubella,” terang Muh Alief, Kamis (30/08/2018).

See also  PT AAL C1 Pererat Silaturahmi Dengan Insan Pers Melalui Bukber

Ditanya soal anak-anak yang mengalami benjolan usai penyuntikan, dr Muh Alief mengaku bahwa itu bukan masalah. “Semua akan ada efek sampingnya dan itu tergantung ketahanan tubuh anak. Kami tidak memaksakan pemberian vaksi. Cuma, Menkes tetap mengatakan program harus jalan,” lanjut Muh Alief.

Jika ada pandangan berbeda, pihak Dinas Kesehatan tidak akan memaksa, sampai masyarakat yakin bahwa MR itu sangat berguna. “Kami tetap akan melakukan advokasi atau pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya rubella,” tutup dia.  / Jamal