Kajinews, Sungguminasa  _  Pasca banjir yang terjadi di Sulsel pada, Selasa (22/01/2019) lalu, Staf Ahli Kementerian Sosial RI Bidang Teknologi Kesejahteraan Sosial kunjungi beberapa daerah di Sulsel.

Hari ini, Kamis (24/01/2019) Prof Dr Syahabuddin MAg tiba di Makassar. Dia bersama rombongan selanjutnya melakukan kunjungan ke Posko Tagana Gowa setelah melakukan kunjungan di Kota Makassar.

Di Posko Tagana Gowa Prof Syahabuddin menyampaikan bahwa keberadaannya di Sulsel dalam rangka monitoring bencana alam di delapan kabupaten/kota.

Lebih jauh, Prof Syahabuddin menyebutkan kalau dia bersama rombongan akan monitoring bencana alam di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Maros, Pangkep, Barru serta Kabupaten Soppeng.

See also  Terkait Money Politik, Bawaslu Pinrang Diminta Unjuk Gigi

Sesuai amanah UU Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana, dimana, tupoksi Kemensos menyiapkan logistik ketika terjadi pengungsian. Menurut putra daerah asal sulsel ini, itu merupakan pemenuhan kebutuhan dasar.

Tupoksi selanjutnya, kata dia adalah tim layanan dukungan psikososial dan Tagana dengan Dunlap (dapur umum lapangan).

Berdasarkan amanah Jokowi-Jk melalui Nawacita yang bertujuan memberikan rasa aman bagi seluruh rakyat indonesia, dimana, Tagana yang merupakan pengejawantahan Kemensos hadir memberikan pelayanan dengan memberikan rasa aman rakyat terdampak bencana.

Prof Syahabuddin menyebut Tagana (relawan tanpa gaji) adalah pekerja sosial yang membantu masyarakat terdampak musibah/bencana. Tugasnya adalah mengurangi resiko-resiko mitigasi ataupun kesiapsiagaan.

Untuk itu, terkait tanggap darurat kebencanaan, Prof Syahabuddin berharap Tagana tidak mengabaikan pengungsi.

See also  Mantap, Bupati Gowa Daftarkan Honorer Empat SKPD di BPJS Ketenagakerjaan

Dia juga berharap agar para pengungsi diberikan layanan dukungan psikososial terhadap lansia dan anak-anak yang mengalami depresi akibat bencana.

Sebagai bantuan stimulan, setiap korban meninggal akibat bencana alam, akan mendapatkan santunan ahli waris 15 Juta Rupiah dari Kementerian Sosial RI.

“Untuk rehab rekon rumah rusak akan dibantu oleh pemerintah melalui PUPR,” pungkas Prof Syahabuddin. / Larasati M