Home Ragam Pariwisata Dan Dinamika Pembangunan Daerah

Pariwisata Dan Dinamika Pembangunan Daerah

Pariwisata Dan Dinamika Pembangunan Daerah

Oleh : Andi Imran.

Pembangunan nasional, secara umum bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja serta keadilan sosial. Usaha tersebut tentunya berarti menciptakan pemerataan pertumbuhan dalam berbagai aspeknya.

Untuk lebih mengkongkritkan keinginan tersebut dengan adanya UU No.9 tahun 2015 tentang perubahan kedua atas UU No.23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, diharapkan mampu membawa paradigma baru dalam percepatan pembangunan, sebagai konsekwensi logis tentang adanya perluasan kewenangan yang membawa pengaruh, terhadap praktek penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah.

Salah satu penyerahan kewenangan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah adalah dalam bidang kepariwisataan.
Secara Lex Specialis, masalah kepariwisataan diatur dalam UU No.10 tahun 2009 tentang kepariwisataan.

Pariwisata sebagai gejala sosial dalam bentuknya, menimbulkan aktifitas ekonomi didalamnya. Fenomena ini menyebabkan pengelolaannya dilakukan dalam pendekatan industrial untuk mempertemukan unsur ” supply and demand ” alias penawaran dan permintaan. Dalam hal ini konsumen adalah wisatawan.

Dalam kecenderungan perkembangan pariwisata dunia, industri pariwisata mendapat julukan “Invicible export” selain “Gold mining” sebagai salah satu sumber penerimaan devisa yang penting bagi suatu Negara.

Upaya peningkatan daya saing pariwisata, arah kebijakan dan strategi pembangunan pariwisata nasional tahun 2015 – 2019, oleh BAPPENAS diorientasikan kedalam sasaran pertumbuhan dan pembangunan inklusif, dimana titik fokusnya pada aspek pemasaran, pembangunan destinasi, pengembangan industri pariwisata dan penguatan kelembagaan yang ada.

Terkait dengan pengembangan infrastruktur kepariwisataan, ada prinsip “Conditio sine qua non” atau kondisi yang saling melengkapi.

Sebagai syarat mutlak atas 3 determinan yang mencakup variabel : komplementaritas antara faktor motif kunjungan terhadap atraksi wisata, ketersediaan fasilitas sarana atas kebutuhan akan adanya permintaan jasa pelayanan serta masalah transfereabilitas untuk kemudahan akses mobilitas kunjungan.

Dalam praksisnya, pendekatan konseptual menyangkut strategi pengembangan infrastruktur yang dilakukan dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, diharapkan bahwa pembangunan kepariwisataan dengan sifatnya yang “Multiplier effect” akan mengalami pertumbuhan signifikan guna mendorong proses akselerasi dalam dinamika pembangunan daerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Pokja & PPK Dinas PUPR Jeneponto Dapat Kritik Tajam Dari Lsm Kompleks

Kaji-News, Jeneponto | Proyek Pembangunan Infrastruktur Trotoar/Pedestrian Jalan/Drainase paket IV (empat) Dinas Pekerjaan Umum dan Penetaan Ruang Bidang Bina Marga Kabupaten Jeneponto tahun anggaran...

Lampu Jalan Tidak Berfungsi Normal, Jembatan Kuning Bak Jembatan Bolong

Kajinews, Mamuju  _  Jembatan di kaki Gunung Gandang Dewata yang melintas diatas Sungai Takandeang itu adalah pengganti Jembatan Bolong. Namanya Jembatan Kuning. Terletak di...

Tak Penuhi Espektasi Masyarakat, Jembatan Kuning Mamuju Terabaikan

Kajinews, Mamuju  _  Jembatan dengan konstruksi kolong pertama di Indonesia, Jembatan Kuning bukan hanya kebangaan Sulbar tapi kebangaan masyarakat Indonesia. Sayangnya, saat ini, pengemudi roda...

Letkol Nav Janur Yudo Anggoro MTr (Han) Jabat Danskadik 403 Lanjut Adi Sumarmo

Kajinews, Mamuju  _  Komandan Lanud Adi Soemarmo Kolonel Pnb Adrian P Damanik ST memimpin upacara serah terima jabatan Komandan Skadron Pendidikan (Danskadik) 403 Lanud...

Kisruh Tambang di Pinrang, Kajati Sulsel Mengaku Berkoordinasi dan Bekerjasama Beberapa Pihak

Kajinews, Mamuju  _  Terkait permasalahan tambang yang ada di wilayahnya, Kajati Sulsel Firdaus Dewilmar SH MH menyampaikan kalau pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa...
%d bloggers like this: