Kajinews, Makassar _  Menyoal Gedung Granadi milik Yayasan Supersemar yang beberapa waktu lalu ramai diberitakan disita oleh negara, mendapat bantahan (diluruskan) oleh Sekjen LBH Partai Berkarya.

Sebagai Sekjen LBH Partai Berkarya, Martha Dinata menjelaskan, kalau, hingga kini, Kantor DPP Partai Berkarya berada di Jalan Antasari No. 20 Cilandak Jaksel.

“Jadi, Gedung Granadi bukan kantor DPP Partai Berkarya,” ujarnya.

Sebelumnya, ramai diberitakan soal penyitaan Gedung Granadi terkait kepemilikan Yayasan Supersemar oleh eksekutor Pengadilan Negeri Jaksel, karena kalah secara perdata.

Namun, Martha Dinata menjelaskan, pada Senin (19/11/2018) lalu bahwa, kedua belah pihak yang bersengketa sedang melakukan konsolidasi melalui jalur hukum.

Lanjut, Martha Dinata menjelaskan bahwa, Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra SH (Tommy Soeharto), tidak ada sangkut paut dengan sengketa Yayasan Supersemar.

See also  Yakin Menang, Partai Berkarya Resmi Daftarkan Calon Terbaiknya Ke KPU Sulsel

“Posisi HMP sebagai Presiden Komisaris Humpuss Group, yang berkantor di Granadi adalah penyewa, sama statusnya dengan penyewa lainnya,” terang Martha Dinata.

Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa Yayasan Supersemar juga penyewa dan pemilik saham minoritas di pengelolaan Gedung Granadi. Dimana pemilikan gedung dikelola oleh badan hukum PT (Perseroan Terbatas), bukan yayasan.

“Partai Berkarya sejak berdiri tahun 2016 adalah independen dan tidak ada sangkut paut dengan Yayasan Supersemar,” ujarnya.

Ia menambahkan juga bahwa, Partai Berkarya didirikan oleh beberapa tokoh dan aktivis dibawah komando Hutomo Mandala Putra untuk meneruskan semangat dan cita-cita Trilogi Pembangunan (stabilitas, pertumbuhan dan pemerataan). / Rangga

Berita ini adalah klarifikasi Martha Dinata (Sekjen LBH Partai Berkarya
Tim Advokasi Direktorat Advokasi&Hukum
Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi) via WA yang diteruskan.