Kajinews, Pinrang  _  Beberapa sekolah dasar dan menengah pertama yang mendapatkan proyek rehabilitasi maupun akreditasi di Pinrang disinyalir mengalami pungutan yang mengarah ke pemerasan. Diduga, pelakunya adalah salah seorang pejabat di lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Pinrang.

Berdasar informasi, sejumlah kepala sekolah mengeluhkan perlakuan yang mereka alami. Wartawan yang mendapatkan informasi terkait pungutan tersebut kemudian meminta klarifikasi dari pejabat dimaksud. Namun entah mengapa, bukan keterangan yang didapat wartawan melainkan perang mulut.

Melalui koordinatornya, salah satu NGO di Kabupaten Pinrang, LSM PSOD (Pusat Studi Otonomi Daerah), Ruslan Ma’rupi, menyayangkan pertikaian yang terjadi. Menurut dia, semestinya, sebagai pejabat publik memahami tugas dan kerja jurnalistik.

“Apalagi, wartawan punya niat baik dengan melakukan konfirmasi yang dimaksudkan supaya tidak terjadi salah tulis dalam pemberitaan. Selain itu, apa yang dilakukan oleh oknum di Dinas Pendidikan Kabupaten Pinrang sudah menggambarkan penyalahgunaan wewenang atau sengaja melawan hukum sebagaimana diatur di Undang Undang Tipikor,” ucap Ruslan.  / Akbar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here