Warung milik Hasnawati Latif yang dibongkar paksa Satpol PP Kabupaten Pinrang

Kajinews, Pinrang  _  Delapan belas hari pasca pembongkaran warung milik Hasnawati Latif ,  ibu satu anak, yang kemudian pemerintah setempat menjanjikan akan menertibkan warung lainnya sepertinya hanya isapan jempol belaka.

Berdasarkan hasil pemantauan LSM hingga kini rencana pembongkaran lanjutan sepertinya sudah diterbangkan angin karena hingga kini kelanjutan penertiban seperti yang disampaikan oleh Camat watang Sawitto maupun Lurah Maccorawalie bahwa akan ditertibkan semua yang berada diatas saluran tersebut tidak ada realisasinya.

Seperti diketahui, pada Kamis (7/6/2018) sekitar pukul 10.00 Wita warung milik Hasnawati Latif telah dilakukan pembongkaran secara paksa oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pinrang dikarenakan warung miliknya berada diatas saluran irigasi dan katanya melanggar perda.

See also  Porda XVI 2018 Resmi Dibuka

Ironisnya, sampai saat ini penertiban serupa bagi warung lainnya yang ada diatas saluran irigasi tersebut tidak dilakukan, terbukti sejumlah titik diatas saluran yang sama dengan warung milik Hasnawati yang telah dibongkar hingga kini masih berdiri tegak.

Ketua LSM Kopenda Kabupaten Pinrang, Jabir, mempertanyakan sikap pemerintah daerah yang yang bersikap arogansi dan tebang pilih.

“Ada apa, penertiban dilakukan hanya pada seorang ibu yang dengan kerja keras membiayai hidup bersama seorang anaknya dari hasil menjual di warung tersebut. Hal itu membuat anaknya akan terancam tidak bisa meneruskan sekolahnya di salah satu SLTP di Pinrang karena orang tuanya sudah tidak punya biayai,” ujar Jabir dalam logat bugis yang kental.

See also  Bupati Takalar Lantik Pimpinan BAZNAS Kabupaten

Ditempat lain di kabupaten ini, Pasar Kampung Jaya yang dibangun diatas sempadan saluran irigasi sekunder Jampue, dimana nampak jelas bahwa perda tidak mampu berbuat banyak. Padahal, ujar Jabir, pemerintah daerah menggelontorkan dana miliaran rupiah membangun pasar tersebut demi masyarakatnya.

Pasar Kampung Jaya yang dibangun diatas saluran irigasi sekunder Jampue

Apakah pemerintah daerah tidak menyadari bahwa mereka telah melakukan pelanggaran dengan membangun diatas sempadan saluran sekunder meskipun itu untuk kepentingan masyarakat banyak ?

Papan pengumuman pihak PU

“Apa bedanya apa yang dilakukan pemerintah daerah dengan Hasnawati Latif yang mencari nafkah untuk membiayai sekolah anaknya. Toh dua-duanya melanggar, “ ujar Jabir.

Lanjut, Jabir menyampaikan bahwa mestinya pemerintah daerah mengapresiasi warganya karena mampu membuka lapangan kerja buat diri sendiri. Semestinya kita berfikir logis melihat kondisi yang ada, tambahnya lagi.

See also  Berperan Aktif Sukseskan Kegiatan PTSL, Pemkab Gowa Raih Penghargaan BPN Sulsel

Untuk itu, ia berharap pemda mau bermurah hati kepada seorang warga yang mencari nafkah demi anak semata wayangnya. “Mudah-mudahan pemerintah daerah kembali memberikan izin Hasnawati Latif melanjutkan usahanya dengan mendirikan kembali warungnya, atau memberikan solusi bagi warga tidak mampu demi anak bangsa” ujar Jabir.

Sungguh luar biasa hati seorang pemimpin bila memperhatikan warganya yang tidak mampu, tutup Jabir.   /  Kasman