Makassar, Kaji-news.com – Dalam rangka memenuhi kebutuhan pendidikan bagi calon siswa, SMA 18 Makassar membuka kelas tambahan.

Kelas tambahan itu ditujukan bagi mereka yang tidak lolos seleksi pada PPDB (penerimaan peserta didik baru) secara online.

Namun pada proses tersebut, L-Kompleks (lembaga komunitas peduli lingkungan ekonomi sosial) menemukan sejumlah siswa baru diterima lewat jalur tidak resmi.

L-Kompleks menduga bahwa pembukaan kelas tambahan itu akal-akalan pihak sekolah. Hal itu diperkuat bukti ditemukannya salah satu siswa “siluman” yang membaur dengan siswa lainnya.

“Kami menemukan salah satu siswa tersebut (diloloskan) bergabung bersama siswa murni hasil seleksi. Kami menduga itu tidak gratis” ungkap sekjen L-Kompleks Ruslan Rahman, Selasa (02/09/2021).

See also  Kadisdik Sulsel : Idul Adha Adalah Momen Merajut Kebersamaan

Untuk itu, Ruslan mendesak semua siswa siluman dikeluarkan dari sekolah dan mendesak Plt. Gubernur Sulsel serta Kepala Dinas Pendidikan untuk segera mencopot kepala sekolah SMA Negeri 18 karena dianggap paling bertanggungjawab.

“Kami tegaskan seluruh siswa siluman yang masuk harus dikeluarkan karena kami menduga ada angka-angka yang dimainkan kepsek”, tegas Ruslan.

Disisi lain, Kepsek SMAN 18 Makassar saat dikonfirmasi terkait hal tersebut melalui Watsapp (WA) berkelit dan memberikan jawaban berbelit.  / Rangga