Kajinews, Mamuju  _  Terkait permasalahan tambang yang ada di wilayahnya, Kajati Sulsel Firdaus Dewilmar SH MH menyampaikan kalau pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa pihak dalam upaya penertiban, baik perijinan maupun aset yang ada.

Untuk itu, kedepan, dia mengaku akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pertambangan dan Badan Lingkungan Hidup serta LSM yang peduli pada lingkungan hidup untuk melakukan penelitian terhadap usaha pertambangan apakah melakukan pelanggaran hukum atau tidak.

“Jika tidak ditemukan adanya pelanggaran hukum maka kami akan terus mendorong untuk melakukan usaha tambang ke arah yang benar,” aku Firdaus ke awak media.

Terkait usaha tambang yang ada di sulsel, dia mengaku telah menyurati seluruh kejari untuk segera aktif melakukan puldata dan pulbaket terhadap masalah pertambangan mineral di daerahnya masing-masing.

See also  Tak Penuhi Espektasi Masyarakat, Jembatan Kuning Mamuju Terabaikan

Demikian halnya dengan perkebunan, karena menurutnya, semua yang berhubungan dengan sumber daya alam, harus dikelola dengan baik dan benar karena menyangkut aset dan keuangan negara.

Demikian halnya dengan pajak, retribusi maupun jaminan reklamasinya yang menurut Kajati Sulsel itu, harus diatur untuk menghindari kerusakan lingkungan.

Lebih jauh, dia mengaku telah bekerja sama dengan Polda Sulsel untuk mendorong penyidik kepolisian dan penyidik PNS untuk mulai meneliti penyimpangan yang mengarah kepada tindak pidana maupun pelanggaran untuk melakukan penindakan.

“Nah, kami sebagai jaksa atau penuntut umum, siap menerima perkara itu dan dibawa ke penuntutan.

Terkait adanya dugaan keterlibatan beberapa oknum dalam usaha pertambangan yang diduga ilegal tersebut, pihaknya yakin akan menuntaskan permasalahan itu, karena pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa, termasuk KPK, Kodam, Polda Sulsel dan seluruh instansi terkait.

See also  Selain Menguap Harga LPG 3 Kg Melambung Tinggi Di Pinrang

Bahkan, dia menyebut beberapa LSM penggiat lingkungan juga dilibatkan sesuai amanah undang-undang. / Rangga