Kajinews, Sungguminasa  _  Tak ingin opini berkembang liar di masyarakat yang mengarah kemana-mana serta untuk menghindari gejolak, Ketua Bapilu Gerindra Kabupaten Gowa lakukan klarifikasi lewat jumpa pers kemarin, Selasa (09/04/2019) siang.

Menurut Idris Rate, hal itu perlu dilakukan mengingat issu yang berkembang di media sangat mendiskreditkan Darmawangsa Muin selaku petahana pada pada pilcaleg 2019.

Saat ini, kata Idris, sejumlah saksi telah memberikan klarifikasi ke pihak Bawaslu Gowa, dari delapan belas orang saksi yang akan dipanggil.

Melalui klarifikasinya, Muh Idris Rate menyampaikan bahwa Darmawangsa Muin tidak pernah memberikan perintah pemberiaan sembako maupun kupon kepada siapapun seperti kejadian di wilayah Kelurahan Menggalli beberapa waktu lalu, yang jadi temuan Panwascam Pallangga.

See also  Dekatkan Pelayanan, Disdukcapil Pinrang Luncurkan Program "Ayo ke Desa"

Namun, pihak Darmawangsa Muin tidak menyangkal bahwa siang itu ada kegiatan tatap muka dengan masyarakat sesuai kapasitasnya sebagai Caleg Partai Gerindra dan hal itu sudah didaftarkan ke Polres Gowa dan Bawaslu Gowa.

“Tidak ada perintah Pak Darmawangsa kepada siapapun untuk memberikan kupon maupun sembako kepada masyarakat,” jelas Ketua Badan Pemilu Gerindra Kabupaten Gowa.

Ia menambahkan kalau kejadian itu berlawanan dengan akal sehat. Pasalnya, aparat dan pengawas telah mengetahui adanya kegiatan,  sementara, kami mau ciderai dengan pemberian kupon dan sembako.

“Kenapa kegiatan tatap muka yang telah diketahui oleh Polres dan Bawaslu Gowa mau kami ciderai dengan kegiatan yang melanggar aturan.

Untuk diketahui, keberadaan Darmawangsa Muin dilokasi tersebut untuk memenuhi undangan salah seorang caleg Partai Gerindra, Jaya Jumain untuk Dapil Pallangga Barombong.

See also  Dinas Ketahanan Pangan Gowa Menikmati Gedung Baru

“Jadi kegiatan itu bukan acaranya Pak Darmawangsa, sehingga tidak masuk akal kalau beliau memberikan kupon dan sembako,” tegas Idris Rate.

Melalui klarifikasinya pula dijelaskan bahwa oknum yang bernama Faisal tidak punya korelasi sama sekali dengan Darmawangsa Muin karena dia buka tim, bukan ajudan dan bukan pula sopir Darmawangsa Muin.

Untuk itu, dia meminta Bawaslu Gowa bekerja secara profesional terkait temuan Panwascam. Demikian halnya terhadap media, dia juga meminta agar media netral dan mengedepankan independensi dalam pemberitaan.

Diujung penjelasannya, Muh Idris Rate tidak mau menafsirkan secara dini apakah ada hubungan kejadian tersebut dengan pemilihan legislatif maupun rencana Darmawangsa Muin ikut dalam kontestasi pemilihan bupati gowa nanti. / Larasati M