Kajinews, Sungguminasa  _  Sepertinya, masyarakat harus kembali telan pil pahit akibat kesalahan input operator di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gowa.

Seorang warga Kecamatan Sombaopu, Dg Bunga menyampaikan kalau dia yang bermaksud mengganti KTP-nya karena adanya kesalahan ketik nama dan tanggal lahir tidak menyangka kalau urusannya jadi ribet.

Pasalnya, kata dia, akibat kesalahan ketik bisa berbuntut pada proses persidangan di Pengadilan Negeri Sungguminasa.

Padahal, menurut dia, saat pengimputan data ketika mengurus KTP, turut pula dia lampirkan dokumen miliknya seperti KK yang dikeluarkan oleh Disdukcapil Gowa.

Itulah yang membuatnya heran, mengapa masih ada kesalahan ketik nama dan tanggal lahir.

Yang lebih mengherankan lagi, pihak Disdukcapil Gowa tidak menerima alasan Dg Bunga saat ingin mengganti KTP. Bahkan, dia diarahkan ke Pengadilan Negeri Sungguminasa untuk mendapatkan penetapan perkara perdata, yang menurutnya itu bukan kesalahan dia.

See also  BAIN HAM RI Sulsel : Inspektorat Sulsel Tebang Pilih Umumkan Kerugian Negara di Publik

Semestinya, kata dia, urusan itu bisa melalui Kelurahan dan Kecamatan tempatnya tinggal tanpa mesti ke pengadilan.

Untuk itu, dia berharap kepada pemerintah agar meninjau ulang aturan yang menurutnya sangat memberatkan masyarakat.

“Bagaimana halnya jika orang yang mengurus KTP rumahnya jauh dari Disdukcapil sementara dia butuh waktu cepat dalam pengurusan,” ujar Dg Bunga kecewa.

“Saat persidangan sy harus punya dua saksi. Itupun, butuh waktu dua pekan untuk mendapatkan penetapan dan harus bayar 196 ribu rupiah,” tambah dia.

Said Pemantik, aktivis peduli kependudukan gowa menimpali kondisi itu. Menurutnya, hal itu sangat memberatkan masyarakat.

Untuk itu, dia meminta pemerintah mau melihat realita yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

See also  Ketua KPU Gowa: Jumlah DPT Kabupaten Gowa Mengalami Penambahan Berkat GKSP

“Aturan diatur untuk mengatur tertib administrasi tapi tidak boleh kaku. Seharusnya, ada langkah konkret Kepala Disdukcapil Gowa untuk lakukan pembenahan sehingga tidak terjadi kesalahan sama yang berulang,” pungkas Said Pemantik. / Larasati M