Makassar, Kaji-news.com – Wacana pelaksanaan Psikotest  merupakan amanah dari permendiknas terkait penelusuran bakat dan minat pada siswa didik tahun pelajaran 2021.

Selanjutnya, Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Dinas Pendidikan melaksanakan amanah tersebut. Namun,  beredar tudingan kalau di proses seleksi  terjadi pelanggaran, dimana, PTSP mengungkap kerisihannya karena ada lembaga (perusahaan) yang sengaja diloloskan.

#Disdik Sulsel Percayakan Pada Lembaga Berwenang Terkait Seleksi Sejumlah Proposal Yang Diajukan#                                Melalui tangapannya pada konfrensi pers, Kadisdik Sulsel Prof Dr Muh Jufri MSi MPsi Psikolog mengatakan bahwa terkait psikotest, dibutuhkan instrumen baku atau terstandar yang mesti dapat dipertanggungjawabkan oleh psikolog sesuai ketentuan sikologi yang dikeluarkan HIMSi.

Pada prosesnya, Muh Jufri mengaku tidak membatasi lembaga peserta lelang hanya pada lingkup perguruan tinggi saja.

See also  Kadisdik Sulsel : Idul Adha Adalah Momen Merajut Kebersamaan

Untuk itu, dia  menunjuk panitia lelang melalui surat keputusan yang   diketuai oleh A Umar selaku ketua MKKS SMK  dan Arsad sebagai ketua MKKS SMA wilayah Sulsel serta melibatkan ketua-ketua MKKS  kabupaten/kota sebagai anggota.

Selain itu, dia juga mengaku melibatkan para cabang dinas pada keanggotaan panitia lelang karena mereka memiliki sebagian kewenangan kepala dinas di wilayahnya masing-masing.

Pada tahap selanjutnya, panita menyurati HIMSI untuk mengetahui apa saja persyaratan bagi para lembaga yang mendaftar sebagai peserta lelang psikotest. Jawaban HIMSI kemudian dikorankan untuk diketahui halayak.

Setelah proses pendaftaran, berdasarkan laporan ketua panitia ke kadisdik sulsel, diketahui bahwa ada 17 peserta yang mendaftar sebagai peserta lelang.

Terkait tim seleksi, Kadisdik menyampaikan bahwa selain HIMSI, ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia) wilayah Sulawesi Selatan juga menjadi tim seleksi, mengingat banyak pendaftar berlatar belakang guru BK.

See also  L-KAJI Soroti Kinerja ULP Gowa

“Saya juga mengusulkan orang IT  dari UPT PTIK (Pusat Teknologi  Informasi dan Komunikasi) karena lembaga melakukan proses tes secara online. Tujuannya, agar diketahui bagaimana kerja aplikasi dari para lembaga yang mendaftar. Jadi ada 3 tim seleksi”, ungkap Muh Jufri.

Dari uraiannya, dia menyimpulkan bahwa untuk tahapan seleksi pihaknya tidak membuka jalur komunikasi secara khusus kepada semua pihak.

“Semua proses seleksi, saya jaminkan tidak pernah berkomunikasi secara khusus”, kata Kadisdik Sulsel.

Ditambahkannya pula bahwa pada proses seleksi, selain dihadiri Ahmad Rifat, Psikolog (HIMSI) dan DR Abdullah Sinri (ABKIN) serta PTIK sebagai tim seleksi, hadir juga ketua panitia beserta anggotanya menyaksikan proses yang berjalan.

Di proses seleksi, tim menyeleksi para lembaga pendaftar terkait alat tes yang akan digunakan. Hasilnya,
dari 17 pendaftar, hanya 11 lembaga yang dinyatakan lolos seleksi.

See also  Sejumlah Instansi Dalam Kawasan Pelabuhan Makassar Deklarasikan Zona Integritas

Di tehnikal meeting, kepada 11 lembaga disampaikan siapa-siapa saja yang melakukan psikotest pada suatu wilayah melalui kesepakatan berdasarkan kemampuan masing-masing lembaga.

Hasil kesepakatan itu menjadi dasar ke PTSP untuk mengurus perizinan terhadap lembaga tes terkait psikotest penelusuran bakat dan minat siswa pada suatu daerah tertentu.

Sehingga, Muh Jufri mengakui bahwa keputusan tersebut sangat adil karena  sudah berupaya menghindari adanya penguasaan wilayah oleh lembaga lain dan menjamin tidak ada kesalahan sekecil apapun pada semua tahapan yang telah dilalui.

“Pihak kami hanya mengatur lembaga (perusahaan) mana yang bersyarat berdasarkan hasil tim seleksi yang kapabel. Terkait ijin, itu domain PTSP”, tutup Prof Muh Jufri.  / Rangga