Home Advetorial Inspirasi. Nasionalisme Ekonomi dari Kulonprogo

Inspirasi. Nasionalisme Ekonomi dari Kulonprogo

Kajinews, Makassar  _  Kabupaten Kulonprogo, suatu kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan ibukota Wates, daerah seluas 586,3 km per segi ini berbatasan Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul di timur, Samudra Hindia di selatan, Kabupaten Purworejo di barat, serta Kabupaten Magelang di utara.

Kabupaten yang jauh dari hiruk pikuk pemberitaan media ini, ternyata, mampu membangun dirinya melalui kekuatan dan potensi daerah tanpa impor.

Dalam program pembangunan, Hasto Wardoyo meletakkan spirit kemandirian bangsa. Ia mengajak masyarakatnya keluar dari kemiskinan dengan kekuatan sendiri, melalui Program Bela dan Beli Kulonprogo.

Antara lain, dengan mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan 80.000 pelajar dan 8.000 PNS mengenakan seragam Batik Geblek Renteng (batik khas Kulonprogo) pada hari-hari tertentu.

Alhasil, kebijakan ini mampu mendongkrak industri batik lokal. Akibatnya, sentra kerajinan batik tumbuh pesat, yang sebelumnya cuma 2 menjadi 50an.

Hal itu menyebabkan ribuan perajin batik Kulonprogo yang dulunya bekerja di Yogyakarta, kini kembali bekerja di industri batik kulonprogo.

Dampak lainnya, ratusan miliar rupiah dari usah kecil berputar di kulonprogo.

Puryanto, seorang pengusaha batik di desa Ngentarejo, mengaku omzetnya meningkat bahkan pernah mencapai 500 persen.

Hasto, yang menjabat Bupati sejak 2011, juga berusaha menjamin pendapatan petani lokal, dengan mewajibkan setiap PNS membeli beras produksi petani Kulonprogo, 10 kg/bulan.

Bahkan beras raskin yang dikelola Bulog setempat, kini menggunakan beras produksi petani kulonprogo.

Hasto yang juga dokter spesialis kandungan ini, membuat PDAM mengembangkan usaha, dengan memprodusi Air kemasan merek AirKu (Air Kulonprogo ).

Selain menyumbangkan PAD, air kemasan ini membangkitkan kebanggaan warga setempat dengan mengkonsumsi air produk sendiri.

Anto, staf setempat, menuturkan, permintaan Airku (menguasai seperempat ceruk pasar air kemasan), lebih besar dari produksi. Karena itu, volume produksi AirKu akan segera ditingkatkan.

Dari berbagai kebijakan lewat Program Bela dan Beli, ternyata mampu menurunkan angka kemiskinan di Kulonprogo.

Dari data Bappeda, angka kemiskinan 22,54 % pada tahun 2013 menjadi 16,74 % pada tahun 2014.

Kulonprogo juga terlihat berbeda, dimana, tak satupun ditemukan papan iklan rokok disana. Hal itu dikarenakan pemerintah kulonprogo memang menolak sponsor perusahaan rokok.

Kebijakan ini tentu mengurangi pendapatan daerah. Namun, memimpin daerah bukan cuma soal menggenjot pendapatan tapi menempatkan posisi moral memihak rakyat dengan membela hak kesehatan rakyat.

Terkait pelayanan kesehatan, Hasto memberlakukan Universal Coverage, dimana, Pemkab Kulonprogo menanggung biaya kesehatan warganya Rp 5 juta /orang.

Mengimbangi program Universal Coverage, RSUD Wates Kulonprogo memberlakukan layanan tanpa kelas. Layanan ini bertujuan ketika kelas 3 penuh, pasien miskin bisa dirawat di kelas 2, kelas 1, bahkan VIP.

Di kabupaten ini, Alfa dan Indo tidak diijinkan membuka usahanya, kecuali bermitra dengan Koperasi dan dengan syarat tertentu.

Salah satunya, kewajiban menampung produk UKM di dalam gerai dan mempekerjakan karyawan dari anggota koperasi.

Alfa dan Indo yang bekerja sama dengan koperasi, namanya diganti menjadi TOMIRA (Toko Milik Rakyat).

Semoga bisa ditiru dan dilaksanakan pimpinan daerah lain. / Rangga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Pokja & PPK Dinas PUPR Jeneponto Dapat Kritik Tajam Dari Lsm Kompleks

Kaji-News, Jeneponto | Proyek Pembangunan Infrastruktur Trotoar/Pedestrian Jalan/Drainase paket IV (empat) Dinas Pekerjaan Umum dan Penetaan Ruang Bidang Bina Marga Kabupaten Jeneponto tahun anggaran...

Lampu Jalan Tidak Berfungsi Normal, Jembatan Kuning Bak Jembatan Bolong

Kajinews, Mamuju  _  Jembatan di kaki Gunung Gandang Dewata yang melintas diatas Sungai Takandeang itu adalah pengganti Jembatan Bolong. Namanya Jembatan Kuning. Terletak di...

Tak Penuhi Espektasi Masyarakat, Jembatan Kuning Mamuju Terabaikan

Kajinews, Mamuju  _  Jembatan dengan konstruksi kolong pertama di Indonesia, Jembatan Kuning bukan hanya kebangaan Sulbar tapi kebangaan masyarakat Indonesia. Sayangnya, saat ini, pengemudi roda...

Letkol Nav Janur Yudo Anggoro MTr (Han) Jabat Danskadik 403 Lanjut Adi Sumarmo

Kajinews, Mamuju  _  Komandan Lanud Adi Soemarmo Kolonel Pnb Adrian P Damanik ST memimpin upacara serah terima jabatan Komandan Skadron Pendidikan (Danskadik) 403 Lanud...

Kisruh Tambang di Pinrang, Kajati Sulsel Mengaku Berkoordinasi dan Bekerjasama Beberapa Pihak

Kajinews, Mamuju  _  Terkait permasalahan tambang yang ada di wilayahnya, Kajati Sulsel Firdaus Dewilmar SH MH menyampaikan kalau pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa...
%d bloggers like this: