Sungguminasa, Kaji-news.com – Aksi premanisme oknum Satpol PP di kabupaten gowa berbuntut panjang. Selain berproses di polres gowa, hari ini, Jum’at 16/07/2021, gabungan beberapa elemen masyarakat lakukan aksi unras di depan kantor bupati.

Aksi mereka kali ini menuntut pencopotan dan pemidanaan terhadap oknum Wakasatpol PP Gowa atas pemukulan pasutri pemilik cafe pada Rabu malam 14 Juli 2021 saat razia hari keenam PPKM Mikro di Panciro Kec. Barombong.

Mereka yang tergabung dalam aliansi mahasiswa diantaranya adalah HG Sombaopu, HG Tombolopao, HG Pattallassang, HG Unismuh, HG Tinggimoncong, HG Bajeng, HG Biringbulu, HG Parigi, HG Bonsel, Himpa UNM, KPPM, Saenamusiah, Pemuda Katolik Cab. Gowa, Kopma Kiwal dan APMI menuntut agar aksi premanisme berproses di polres dan bupati gowa mencopot jabatan MH selaku Waka di Satpol PP Gowa.

See also  PPWI Nasional Apresiasi Penangkapan Terduga Pembunuh Dufi

Seperti diketahui, sebelumnya telah beredar video kekerasan yang viral di medsos saat razia PPKM Mikro di salah satu cafe di Panciro. Dalam razia tersebut (berdasarkan video yang beredar di medos) terjadi tindak kekerasan yang dilakukan oleh salah seorang oknum petugas PPKM Mikro kabupaten gowa.

Dalam keterangannya setelah aksi kekerasan, penjabat Sekda Gowa, Kamsina menyebutkan bahwa kejadian tersebut akibat adanya kesalahpahaman antara pemilik cafe dan anggota tim pengawasan PPKM Mikro. Untuk itu, dia menyesalkan miskomunikasi yang terjadi.

Terpisah, dalam keterangannya, Bupati Gowa Adnan menegaskan tidak akan mentolerir aksi kekerasan yang terjadi saat pelaksanaan PPKM. Menurut dia, oknum pelaku tindak kekerasan akan diberikan sanksi berat.

See also  Rilis Capaian Kinerja dan Inovasi, Polda Sulsel Sebut Trend Kejahatan Menurun di 2018

Namun, lanjut Adnan, inspektorat yang akan menindak lanjuti pemeriksaan terkait perlakuannya tersebut, mengingat statusnya sebagai PNS. “Saya berharap pelaku dihukum berat”, ujar Adnan.

Bukan tanpa dasar, menurut Adnan, dari rekaman cctv yang ada, perlakuan salah satu anggota tim pengawasan mengarah kepada sanksi berat. Namun dia tetap mendahulukan proses pemeriksaan di polres karena pihak korban telah melaporkan kasus tersebut.

Melalui jumpa pers, Adnan sekaligus meminta maaf atas nama pemerintah daerah kepada semua pihak terutama korban kekerasan petugas Satpol PP.  / Rangga