Entitas Desa Dalam Tarian Paradigma

Oleh : Andi Imran.

Pengertian Desa menurut UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa , disebutkan : Desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang mengurus urusan pemerintahan , kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat , hak asal usul dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagai peraturan pelaksanaan dari UU No.6 Tahun 2016 ditetapkan kedalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2014.

Saat ini jumlah desa di Indonesia tercatat sebanyak 74.957 dengan berbagai tipologinya, ada desa persawahan, desa perkebunan dan pertambangan, desa peternakan serta desa nelayan.

See also  Gubernur Sulsel Jadi Anggota Kehormatan di HUT Ke-73 Brimob Polda Sulsel

Desa – desa ini berada didataran rendah, dataran tinggi dan daerah pesisir.

Upaya pembangunan desa yang sedang digalakkan oleh pemerintah menciptakan proses transformasi sosial ekonomi yang berimplikasi terhadap perubahan tatanan yang juga semakin kompleks, pada konteks ini perubahan disadari sebagai sebuah keniscayaan.

Desa sebagai entitas adalah penanda eksistensi mencakup banyak hal, baik sebagai sistem sosial maupun produsen dari sebuah kearifan lokal, dengannya pengetahuan menghasilkan kebajikan yang mengkostruksi kebudayaan, dia merupakan kontinum spasial terhadap entitas kota.

Dalam berbagai lapisan interaksi desa – kota, dia merupakan representasi peradaban perdesaan ditengah diferensiasi masyarakat yang lebih mendominankan peradaban kota.

Loncatan perubahan ini menciptakan tarian paradigma dalam pembangunan desa di Indonesia, yakni paradigma yang bergantung pada modal, tekhnologi dan kebebasan pasar melalui peran negara (Liberaliralisme) , paradigma kesadaran yang menghendaki adanya perjuangan kelas untuk advokasi kebijakan dalam keberlangsungan transformasi relasi sosial melalui peran swakarsa/swadaya masyarakat (Marxisme) serta paradigma dalam pemikiran yang ideal mengenai penjelas identitas antar entitas ditengah kontestasi pengetahuan dan pluralitas wacana yang berkembang (Poststrukturalisme).

See also  Jum'at Bersih Kapolsek Bissappu Bersama Anggota

Desa sebagai ontologi adalah entitas dari sebuah realitas kompleks, untuk itu desa membutuhkan kemampuan adaptasi yang tinggi untuk memelihara eksistensinya dalam swatata agar dia dapat menjawab spirit zamannya tanpa harus kehilangan identitasnya (Darmawan Salman, 2012).