Kajinews, Sungguminasa _ Istri Bupati dan Sekda Pemkab Gowa bersama jajarannya berada dilokasi pengungsian hingga pergantian hari.

Dari pantauan tim di lantai tiga pasar minasamaupa tempat dapur umum Tagana Gowa berada, Istri Bupati Gowa Priska Paramita Adnan terjun langsung menyiapkan makanan bagi para pengungsi, bahkan hingga larut malam.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, sebanyak 2.121 warga gowa mengungsi di beberapa lokasi.

Luapan air yang yang begitu besar pada, Selasa (22/01/2019) kemarin jadi issu nasional. Pasalnya, kemarin, ketinggian air di Bendungan Bili-bili mencapai 101,36 meter atau status Waspada, sehingga pihak pengelola terpaksa membuka pintu-pintu air yang ada disana. Kondisi tersebut memicu terjadinya banjir.

See also  Karena Kesalahan Pelayanan, Disdukcapil Gowa Kembali Tuai Sorotan

Dampak lain dari tingginya curah hujan yang berlangsung sejak Senin (21/01/2019), terjadi longsor. Sehingga, bencana banjir dan longsor mengakibatkan enam orang meninggal, empat orang mengalami luka-luka dan puluhan orang hilang.

Namun, saat ini elevasi TMA Waduk Bili-bili sudah menunjukkan adanya penurunan menjadi status Siaga.

Sekda Gowa, H Muchlis mengakui kalau bencana yang terjadi akan dijadikan pelajaran. Menurut dia, pihaknya akan melakukan langkah yang lebih konprehensif kepada para pengembang nakal.

Selain itu, dia juga akan menata kembali dan melakukan perbaikan kembali tanggul yang dijebol masyarakat.

Masyarakat berharap ada keseriusan pemerintah untuk menatap daerah permukiman penduduk. Selain itu, mereka juga berharap tidak diberikan ijin bagi pengembang yang membangun di daerah yang bukan peruntukan dan daerah rawan bencana. / Larasati M