Makassar, Kaji-news.com – Dua proyek pengadaan langsung di Rumah Sakit Haji Prov. Sulsel disorot Lembaga Komunitas Anti Korupsi (L-KONTAK).

Proyek yang menggunakan APBD Sulsel tersebut diduga dilaksanakan tanpa desain.

Tony Iswandi, Ketua Umum L-KONTAK mengatakan, kedua proyek pengadaan langsung tersebut mestinya dilaksanakan dengan mengacu pada perencanaan yang telah diverifikasi oleh dinas terkait sebagai dasar pelaksanaan.

Bahkan menurutnya, pada portal LPSE timnya tidak menemukan kedua paket proyek itu sebagai informasi untuk publik meskipun dilaksanakan dengan sisitim pemilihan pengadaan langsung.

“Dua proyek pengadaan langsung oleh RSUD Haji kami duga tidak memiliki desain perencanaan sebagai dasar pelaksanaan, bahkan kami tidak tahu siapa penyedia jasanya sebab tidak ditampilkan pada portal LPSE,” ungkapnya.

See also  Disinyalir Ada Aroma Mark Up Di Pengadaan Bibit Kakao Sulsel 2018

Aktivis Anti Korupsi ini juga menyayangkan pejabat pengadaan yang dianggapnya terlalu berani melabrak aturan jika hal ini terbukti.

Menurut dia, lemahnya sistem pengawasan di RSUD Haji Prov. Sulsel berakibat pada proyek yang dilaksanakan itu, apakah memang benar dilaksanakan oleh penyedia jasa atau tidak ? sehingga pelaksana dianggap leluasa melabrak aturan.

“Kami menduga, kinerja pejabat pengadaan ada niat melanggar hukum dengan cara melaksanakan kegiatan tanpa penyedia jasa yang jelas, dan ini sangat berbahaya bagi paket proyek yang lainnya,” tutup Toni Iswandi. / Rangga