Pinrang, Kaji-news.com – Musim tanam kembali akan dilaksanakan, termasuk daerah yang sulit dijangkau seperti di Desa Waetuoe.

Termasuk diantaranya, saluran irigasi. Solusi bagi petani di daerah ini adalah dengan metode pompanisasi.

Terkait hal itu dan sebagai wujud kepedulian pemkab pinrang kepada kelompok tani di sana maka dibangun fasilitas pompanisasi DEM Area Dampak Perubahan Iklim 50 Ha, tepatnya di Waetuoe Kecamatan Lanrisang, Pinrang.

HA Irwan Hamid yang hadir bersama jajarannya pada acara Mappalili atau turun sawah pada, Rabu 07/07/2021, sekitar pukul 09.00 berharap masyarakat tetap mempertahankan kebersamaan sebagai salah satu kekuatan dalam mengelola areal persawahan untuk hasil yang maksimal.

Untuk itu, Irwan Hamid meminta kelompok tani yang mengelola sarana pertanian agar dikelola dengan baik.

See also  Gubernur Sulsel Kena Kritik Karna Langgar PP 72 Tahun 2019

“Siapapun yang menjadi pengelola harap dikelola dengan baik, karena fasilitas ini digunakan oleh orang banyak,” harap Irwan.

Menurutnya, bantuan pompanisasi yang diberikan merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah kepada para petani di Kecamatan Lanrisang.

Senada, Kepala Instalasi Pengamatan, Peramalan dan Pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) Wilayah V, Abdul Rahman Runa juga berharap agar bantuan pompanisasi yang diberikan dapat dimaksimalkan untuk peningkatan produksi pertanian.

Camat Lanrisang, H Abd Aziz memberikan apresiasi atas kepedulian bupati yang sangat memperhatikan kebutuhan para petani. Untuk itu, Aziz berharap masyarakat agar tetap menjaga kebersamaan terutama para petani.

Hadir pada acara peresmian, diantaranya Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Andi Tjalo Kerrang, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi M. Jenal, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral, Hartono Mekka. / *