Kajinews, Makassar _ Pemuda Anti Korupsi (PETIR) Sulsel, kembali turun gunung. Kali ini, mereka lakukan aksi di depan Kantor Kejati Sulsel, pada Kamis (15/11/2018) sore.

Mereka yang dipimpin Aldy Rafzanjani (jendral lapangan), menyikapi kinerja Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel dalam menuntaskan kasus yang menyeret Soedirjo Aliman alias Jen Tang.

Secara bergantian, para mahasiswa lakukan orasi menggunakan megaphone. Selain itu, mereka juga membagikan selebaran.

Dalam orasinya, Aldy Rafzanjani menuntut, mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel agar mundur dari jabatannya.

“Hari ini, karena kami menganggap Kejati Sulsel gagal menyelesaikan kasus hukum atau tebang pilih dalam menindaki kasus hukum, dalam hal ini kasus Soedirjo Aliman alias Jen Tang dan Eddy Aliman (Putra Jen Tang),” tegasnya.

See also  Polda Sulsel Dinilai Tidak Serius Tangani Kasus Imtaq di Gowa

Para orator meminta Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel memperlihatkan hasil penyidikan terhadap Eddy Aliman terkait kasus lahan Buloa.

Mereka juga meminta Kajati Sulsel segera menjemput  paksa Eddy Aliman yang telah mangkir dari tiga kali panggilan penyidik kejati.

Tepat pukul 15.35 Wita, aspirasi mereka diterima oleh Kasi A Intelijen Kejati Sulsel Dedy SH.

Dalam penyampaiannya, Dedy menyebutkan bahwa, tidak ada satupun niat pimpinannya untuk bermain-main dalam penanganan kasus ini.

“Semua tim sudah meluncur ke jakarta, sesuai informasi terakhir tentang keberadaan Jen Tang,” ujar Dedy.

Dedy juga menyampaikan bahwa meskipun ada keterbatasan personil, namun pihaknya mengaku serius menangani kasus tersebut.

“Penyidikan kami lakukan secara Rahasia dan tidak mungkin dibuka didepan umum dan dihadapan kalian. Dalam kasus ini, kami lakukan koordinasi dengan TNI, BIN dan Kepolisian,” pungkas Dedy. / Rangga