Kajinews, Makassar _ Plastik telah menjadi komponen penting di kehidupan modern, karena ia memiliki kelebihan yang sangat berdampak pada kehidupan sehari-hari.

Hampir setiap orang tidak lepas dari sampah plastik, dimana, ratusan kilogram hingga berton-ton sampah plastik dihasilkan pertahunnya.

Meningkatnya penggunaan plastik mengakibatkan peningkatan volume sampah plastik tiap tahun. Sehingga diperlukan solusi untuk mengurangi sampah plastik yang susah terurai tersebut.

Terkait hal itu, Lapas Kelas I Makassar hadir memberi solusi melalui mesin pencacah sampah plastik untuk semua jenis produk plastik.

Terkait hal itu, Lapas Kelas I Makassar telah menuai hasil, melalui pengiriman sampah cacahan plastik ke Jawa Timur.

Sebanyak 897,5 Kg cacahan sampah plastik dikirim ke Mojokerto Jawa Timur. Cacahan itu terdiri dari PET atau botol putih polos 388,5 Kg, PP atau air gelas putih 169,5 Kg, PP berwarna 80 Kg, PET biru muda 71 Kg, Tutup Botol berbagai warna 35 Kg, Ring gelas air minum 33,5 Kg, Alma tipis 28 Kg.

See also  PKB Apresiasi FMI Sebagai Mitra Strategis Pendidikan Politik di Sulsel

Kasatker Lapas Kelas I Makassar, Budi Sarwono bersama jajarannya saat meninjau pengiriman cacahan sampah plastik mengatakan bahwa selain mengurangi volume sampah, juga sebagai bahan pembinaan warga binaan serta jadi penghasilan tambahan bagi Lapas Makassar.

Menurutnya, cacahan itu nantinya akan diolah kembali menjadi biji plastik, sehingga dapat di daur ulang jadi produk baru.

Sinergitas yang dibangun Lapas Makassar ke luar Sulawesi membuktikan bahwa Lapas Makassar serius menangani Volume sampah yang ada di Lapas Makassar.

Perkiraan keuntungan yang akan diperoleh Lapas Makassar setiap kilogram cacahan sampah pelastik itu ada dikisaran 1000 – 1500 rupiah. Sedangkan cacahan alma tipis, keuntungannya akan melebihi sampah pelastik.

See also  Nilam Mengangkat Perekonomian Indonesia Dari Desa Amowe

Kedepan, kata dia, sampah pelastik yang didistribusikan itu akan ditambah terus. Terkait hal tersebut, warga binaan akan dibekali pengetahuan mengenai wirausaha pencacahan sampah plastik. / Darwis