Makassar, Kaji-news.com – Proyek pembangunan rumah susun pemda jeneponto yang saat ini masih berjalan, dilirik L-Kontak.

Kali ini mereka menyoroti proyek konstruksi itu pada proses lelangnya.

Kepada awak media, Dian Resky Sevianty selaku Ketua Divisi Evaluasi pada L-Kontak menyampaikan bahwa ada kejanggalan pada proses tersebut.

Seperti diketahui, pembangunan rumah susun untuk pemda jeneponto senilai Rp 16.419.945.059.79 itu adalah proyek yang diadakan oleh SNVT Penyedia Perumahan Provinsi Sulsel dan dimenangkan PT ILHO JAYA ALFATIH.

Sayangnya, kata Dian, perusahaan itu diduga tidak memiliki pengalaman kerja sebagaimana yang dipersyaratkan Pokja, yakni persyaratan kualifikasi teknis.

“Kuat dugaan ada pengaturan sehingga perusahaan itu dimenangkan”, kata Dian.

See also  Kepala Unit Pasar Sambung Jawa Klarifikasi Tudingan Miring

Lanjut dikatakan bahwa pada pengumuman lelang yang ditampilkan ke publik, Pokja telah mempersyaratkan peserta untuk memiliki pengalaman pekerjaan pada sub bidang BG 002.

Namun, berdasarkan fakta yang ada pada LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi), PT. ILHO JAYA ALFATIH tidak mengantongi pengalaman tersebut.

Dampak yang ditimbulkan menurut Dian, dapat berakibat pada penyalahgunaan wewenang dan jabatan serta merugikan pihak lain. Dimana, terjadi pembiaran terhadap persaingan usaha tidak sehat.

Sementara itu, H Bachtiar selaku Satker SNVT Penyediaan Perumahan Sulsel belum memberi tanggapan ataupun klarifikasinya setelah dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp oleh pihak L-Kontak.

“Secepatnya akan kami laporkan adanya dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan Pokja ke Aparat Penegak Hukum dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia (KPPU RI)”, tutup Dian Resky Sevianty. / Rangga