Kajinews, Makassar  _  Proyek pembangunan pasar di Jeneponto yang tersandung kasus dan telah masuk ranah hukum di Polda Sulsel hingga kini belum diketahui arahnya.

Hari ini, Kamis 03/10/2019 dugaan tindak pidana korupsi pembangunan pasar rakyat di Jeneponto itu didesak penetapan tersangkanya.

Pasalnya, kasus yang telah ditangani oleh Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel itu, sudah setahun mengendap disana.

Menurut Amin Rais SH Sekretaris DPW BAIN HAM RI Sulawesi Selatan, wajar kalau pihak terduga dinaikkan statusnya jadi tersangka.

Lebih jauh, Amin Rais mengatakan kalau Kapolda yang baru harus membuktikan kinerja tim penyidiknya dalam menangani kasus ini.  Apalagi, diduga Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto Iksan Iskandar dan Paris Yasir terlibat dalam kasus ini.

Dia berharap pembangunan pasar yang telah masuk ranah hukum itu dapat dituntaskan dan mereka yang terlibat agar mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Untuk diketahui, pembangunan pasar yang diduga tersangkut kasus korupsi itu, yaitu Pasar Lassang-lassang, Desa Arungkeke, Kecamatan Arungkeke dan Pasar Paitanah Desa Paitanah Kecamatan Turatea.

Kedua pasar tersebut dibangun menggunakan Dana Anggaran Khusus (DAK) pada tahun 2017 lalu dengan menelan anggaran senilai 2,5 miliar rupiah.  /*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here