Kajinews, Sungguminasa  _  Program Pengembangan Pusat Belajar Guru (PPBG) merupakan salah satu langkah yang dilakukan pemkab gowa, dalam mewujudkan Gowa Kabupaten Pendidikan.

Program ini merupakan kerjasama Dinas Pendidikan Pemkab Gowa dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF).

Sehubungan hal tersebut, sebanyak 27 orang anggota PBG (19 guru inti + 8 pengelola), melakukan studi banding dengan PBG Tuban untuk pengembangan profesi guru dan tenaga pendidikan, di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban Surabaya, Selasa (27/11/2018).

Kasubag Perencanaan dan Pelaporan Dinas Pendidikan Noer Wahidah (Ida) mengatakan, tujuan dilaksanakannya studi banding adalah dalam rangka berbagi informasi antar PBG dan menggali bentuk kerjasama yang berkesinambungan.

“Kami kesini untuk belajar dan saling membagi informasi, apalagi BPG Tuban sudah lama berdiri (2014) jika dibandingkan PBG kita di Gowa yang baru dibentuk 2017 lalu,” ungkap Ida.

Ida tak menampik, dari hasil kunjungan ini, banyak pembelajaran yang bisa diambil dari PBG Kabupaten Tuban seperti, segi struktur, metode pembelajaran, hingga sistem pusat PBG atau sarana dan prasarana yang memadai.

“Kami berharap dengan adanya studi banding, PBG Gowa semakin maju dan berkembang sehingga bisa mewujudkan Gowa Kabupaten Pendidikan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua PBG Tuban Fathul Muin mengatakan, kegiatan studi banding merupakan hal yang penting dalam berbagi informasi. Sehingga dirinya mengaku kedatangan PBG Gowa sangat bermanfaat bagi dirinya.

“Kedatangan PBG Gowa pastinya sangat kami terima, karena kita bisa saling menimba ilmu, seperti, apa yang sudah dimiliki dan laksanakan di Tuban ini bisa dibagi ke Gowa. Begitupun sebaliknya, dengan tujuan meningkatkan keprofesional guru menuju pendidikan di abad 21,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban Witono yang menerima rombongan PBG Gowa mengungkapkan, dengan dilakukannya studi banding hari ini banyak manfaat yang bisa didapat, misalnya dalam hal pembuatan inovasi Guru yang belum ada di PBG Gowa.

“Dalam studi banding ini kita saling share hal yang tidak ada di tuban, begitupan dengan yang tidak ada di Gowa, satu diantaranya, menciptakan inovasi yang dibuat dalam karya tulis ilmiah lalu dilaporkan dalam bentuk jurnal dan diupload sehingga bisa diakses oleh siapapun di online. Itulah salah satu inovasi kita yang mungkin bisa dipelajari oleh PBG Gowa,” bebernya.

Olehnya itu, dirinya berharap dengan adanya studi banding tersebut, peningkatan kompetensi Guru melalui program khusus bisa segera dicapai, dalam bentuk nyata dilapangan. Pastinya akan memberikan manfaat kepada PBG itu sendiri.

Diakhir kegiatan, dilaksanakan penyerahan cinderamata dari masing-masing PBG, dilanjutkan dengan mengunjungi sekretariat PBG Tuban.

Sekadar diketahui, PBG Gowa melakukan studi banding ke-tiga daerah, dimulai di Kabupaten Tuban, kemudian ke Kudus (besok) dan P4TK Kesenian Yogyakarta. / Larasati M