Kajinews, Sungguminasa _ Tujuh Fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa menyetujui, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2019 untuk dibahas ke tahap selanjutnya.

Juru bicara Fraksi Perjuangan Rakyat Gowa, Muhammadong mengatakan, pihaknya dengan tegas akan menyetujui RAPBD tersebut untuk dibahas ke tahap selanjutnya.

Hal itu dikatakannya saat menyampaikan langsung pemandangan umumnya dihadapan peserta rapat, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Gowa, Rabu, (21/11).

“Kami sangat mengapresiasi capaian Pemkab Gowa dan proyeksi RAPBD yang diajukan Senin lalu yakni mengalami kenaikan 2,90 persen, sehingga kami akan setuju untuk dibahas,” ujar Muhammadong.

Ditempat yang sama, Juru Bicara Fraksi Gerindra, Robby Harun, turut menyampaikan persetujuannya, bahkan dirinya berharap dengan proyeksi anggaran yang diajukan Pemkab Gowa pembangunan bisa berlanjut dan berkualitas.

“Semoga kedepannya pembangunan bisa lebih diperhatikan khususnya memperbaiki dalam hal kualitas,” katanya.

Kendati demikian, meskipun seluruh fraksi setuju, Juru Bicara Fraksi Golkar, Ismail Said memberikan saran maupun masukan agar nantinya rencana pendapatan daerah lebih dioptimalkam khususnya dari sektor pendapatan asli daerah yang sah.

“Kami ada sedikit masukan, perlunya perhatian untuk meningkatkan PAD kita, agar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat bisa lebih optimal,” ujarnya

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni dalam sambutannya, mengatakan terimaksihnya atas apresiasi dan masukannya kepada Pemkab Gowa atas RAPBD 2019 itu.

“Kami mengapresiasi masukan dari masing-masing fraksi, itu akan menjadi catatan untuk kita demi kemajuan Kabupaten Gowa, sehingga kedepan apa yang telah kita rencanakan bersama, dapat kita capai sesuai yang kita harapkan dan kami juga akan melakukan perbaikan untuk menyempurnakan agar jadi lebih baik dimasa yang akan datang,” jelas Wabup

Adapun RAPBD yang diajukan senin lalu yang diproyeksikan sebesar Rp 1.873.798.264.276,- jika dibandingkan dengan APBD tahun sebelumnya Rp 1.820.955.331.817,- maka terjadi kenaikan belanja daerah sebesar Rp 52.842.932.459,- atau 2,90 persen.

Untuk belanja langsung pada tahun 2019 sebesar Rp 869.746.210.467,- mengalami kenaikan sebesar Rp 7.616.353.004,- dari tahun anggaran sebelumnya, sedangkan untuk belanja tidak langsung daerah sebesar Rp 1.004.052.053.008,- mengalami kenaikan sebesar Rp 45.226.579.454 yang tahun sebelumnya hanya sebesar Rp 958.828.974.353,- yang bila diperhadapkan antara pendapatan dan belanja daerah , maka akan mengalami defisit pendapatan sebesar Rp 51.950.000.000,-

Sementara untuk penerimaan pembiayaan daerah pada tahun 2019 sebesar Rp 105.450.000.000,- yang bersumber dari sisa lebih perhitungan (Silpa) anggaran sebelumnya, yang ditargetkan sebesar Rp 55.450.000.000,- dan pencairan dana cadangan sebesar Rp. 50.000.000.000,-.

Rapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Gowa, Muhammad Ishak ini dihadiri 27 dari 45 anggota DPRD. Turut hadir pula unsur Forkopimda Kabupaten Gowa, dan Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Gowa. / Rangga