Kajinews, Pinrang  _  Enam hari pasca pencoblosan pemilihan Presiden – Wakil presiden dan pemilihan Caleg Kabupaten, Bawaslu Pinrang pada, Selasa 23/04/2019 lalu memeriksa sejumlah saksi dugaan money politik caleg DPRD Pinrang Dapil VI

Pemeriksaan yang dilaksanakan sejak pukul 09.30 Wita itu terkait laporan masyarakat tentang dugaan Money Politik salah seorang caleg dapil enam, yang terjadi di Dusun Palita Desa Malimpung Kecamatan Patampanua.

Menurut informasi, pemeriksaan saksi untuk kasus tersebut ada beberapa orang. Mereka berinisial Sb, Tt, Sk. Sementara kepala desa (kades) Malimpung, Muhammad Nur, juga ikut dimintai keterangan.

Sb Akui Terima Dua Ratus Ribu Rupiah.

Saksi Sb di kantor Bawaslu, pada Selasa 23/04/2019, mengakui bahwa dirinya ketika itu didatangi seseorang berinisial Sp di rumahnya.

Kepada Bawaslu, Sb memberikan keterangan bahwa kedatangan Sp antara pukul 06.00 – 07.00 Wita dan memberikan 200 ribu rupiah.

“Ini uang dari caleg,” ujar Sb menirukan ucapan Sp, tanpa menyebutkan nama caleg yang dimaksud.

Empat hari jelang pencoblosan, dia kembali didatangi Sp sembari diberi uang 200 ribu rupiah.

Uang yang diterima warga, akhirnya dikembalikan dan diserahkan ke Kades, setelah ada larangan menerima uang dari caleg.

Kepala Desa Malimpung, Muhammad Nur

Hal itu diakui Kades Muhammad Nur, yang juga hadir memberikan keterangan. Menurutnya, jumlah uang yang diserahkan warga sekitar Rp 1,4 juta lebih. Uang itu, saya serahkan ke Bawaslu.

Kehadirannya di Bawaslu sebagai pemerintah, mengawal warganya,  sebagai saksi atas dugaan money politik.

Di Bawaslu Pinrang, Sp, pemberi uang kepada warga ketika akan dimintai keterangannya, membantah kalau dirinya bernama Sp.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pinrang, Ruslan, membenarkan adanya pemeriksaan saksi dugaan money politik yang terjadi di desa Malimpung, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang.

“Hari ini ada dua kasus dugaan money politik diperiksa dengan dua administrasi yang berbeda,” kata Ruslan.

Namun, dalam pemeriksaan tersebut, para saksi tidak menyebut uang itu dari caleg siapa. Sehingga, pemeriksaan oleh Gakkumdu yang dihadiri kejaksaan, kepolsian dan bawaslu akan kembali dilakukan untuk mengungkap siapa caleg yang memberikan uang.

Namun, menurut Ruslan, untuk kasus yang sama, akan ada lagi saksi yang akan diperiksa selain saksi yang diperiksa hari itu.

“Masih ada dua saksi yang akan diperiksa dan bila saksi ini nantinya menyebutkan nama lain, tentu akan dipanggil juga bersama barang bukti yang ada berupa uang,” pungkas Ruslan. / Kas