Kajinews, Pinrang  –  Hingga kini, sertifikat HGB bagi para pedagang di Pasar Sentral Pinrang belum juga terbit. Mereka mengaku resah karena tiga tahun setelah pasar sentral direhab bahkan setelah terjadi perubahan kontrak antara pemerintah dan para pedagang di Pasar Sentral Pinrang namun sertifikat HGB belum juga mereka terima dari Kantor Pertanahan Kabupaten Pinrang.

Padahal, mereka telah membayar ke notaris yang ditunjuk oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pinrang untuk dinotariatkan sekaligus membayar melalui bank yang ditempatkan di kantor notaris tersebut namun hingga kini para pedagang belum menerima sertifikat HGB.

Karena perlakuan tersebut, sejumlah pedagang pasar mengadukan nasib mereka ke LSM PSOD. Kepada media, Ketua LSM PSOD, Ruslan Ma’rupi menyatakan kalau HGB sebaiknya ditinjau ulang. Pasalnya, menurut dia, ada puluhan bahkan ratusan pedagang yang ada di pasar sentral pinrang bukanlah pemilik sebenarnya. Status mereka (para pedagang) disana adalah penyewa tempat dari orang yang bukan pedagang pasar. / Akbar