Tampak Akses Jalan Poros Pohara-Batas Konut yang rusak berat

Kaji-News, Kendari  _  Peran dan fungsi jalan sangatlah penting untuk mendukung perkembangan dan perputaran ekonomi suatu daerah. Namun apa jadinya ketika peran dan fungsi jalan tidak berjalan karena kondisi rusak berat.

Seperti apa yang terjadi di Jalan Poros Pohara-Batas Konut, Sultra yang hingga kini belum memberikan dampak memuaskan pengguna jalan.

Ruas jalan tersebut dikerja oleh PT Tirta Dhea Addonnics Pratama (PT TDAP) dan merupakan proyek multi years. Dari keterangan Ilham selaku pelaksana di lapangan diketahui kalau proyek itu dikerjakan sejak September 2015 hingga Desember 2018 nanti.

Ilham menyebutkan kalau kendala yang dihadapi pihaknya adalah aktifitas truk milik PT Virtue Dragon Nikel Industri (PT VDNI) yang memuat batu gamping, dimana, muatannya melebihi tonase. Selain itu, akibat lalu lalangnya truk melebihi tonase milik PT VDNI juga merusak dekker yang kami buat ujar Ilham.

Selain badan jalan, dekkerpun ikut rusak akibat truk pengangkut batu gamping milik PT VDNI yang sering lalulalang.

Di dalam kontrak, ujar Ilham, beban jalan yang disyaratkan maksimal 8 ton sesuai kelas dan lintas jalan yang direncanakan, namun fakta lapangan menunjukkan bahwa truk milik PT VDNI yang melintasi poros Pohara-Batas Konut ternyata muatannya melebihi 8 ton.

“Kami terus terang keberatan dengan aktifitas keseharian truk milik PT VDNI karena hal tersebut akan berdampak pada rusaknya pekerjaan yang kami lakukan sebelum diserahkan ke pihak pemilik pekerjaan,” terang Ilham.

Kendala lain yang dihadapi PT TDAP adalah tuntutan masyarakat akan pembebasan lahan, rumah serta kios yang terkena proyek pembuatan jalan poros Pohara-Batas Konut. Padahal, sepengetahuannya, itu tanggungjawab pemerintah daerah, lanjut Ilham.

Ilham juga menambahkan faktor penghambat lainnya, yakni jembatan yang menurut dia proyek tersebut telah disubkontrakkan ke pengusaha lokal dan kondisi terkini mengalami keterbatasan dana. Namun pihaknya (PT TDAP- red) akan bertanggungjawab untuk menyelesaikan jembatan yang ternyata dibongkar.

Diakhir penyampaiannya, Ilham menyebut bahwa masa pemeliharaan proyek jalan terhitung dua tahun setelah kontrak selesai. Parahnya, ujar Ilham, truk milik PT VDNI terus lalulalang sehingga kerusakan tidak bisa dihindari sementara proyek pembangunan jalan terus berjalan. Jika hal itu dibiarkan maka kami akan mengalami kerugian.

Untuk itu, ia berharap ada solusi dari pemerintah dengan lakukan perubahan desain terhadap fungsi penggunaan jalan  sehingga perusahaan tambang tidak melewati akses jalan umum yang tidak sesuai tonase. / Darman