Kajinews, Jakarta  _  Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia kembali didemo massa dari Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI).

Kali ini, mereka kembali menuntut Mendikbud Nadiem Makarim mencabut penyetaraan ijazah doctor (S3) luar negeri dan kenaikan jabatan guru besar yang disandang rektor Universitas Negeri Manado Julyeta Paulina Amelia Runtuwene.

Dalam orasinya, Ketua Umum PAMI Romy Fredi John Rumengan mengultimatum Mendikbud agar segera mencopot Rektor UNIMA karena diduga berijazah palsu.

Rumengan berpatokan pada Rekomendasi Ombudsman Republik Indonesia yang meminta Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi, yang ketika itu dijabat Muhamad Nazir untuk segera membatalkan penyetaraan ijazah doctor (S3) luar negeri dan kenaikan jabatan fungsional dosen menjadi guru besar yang diperoleh Julyeta Paulina Amelia Runtuwene.

“Kami yakin menteri Nadiem mampu bersikap tegas dan melaksanakan rekomendasi ORI dan segera mencopot jabatan Rektor UNIMA, agar dunia pendidikan tidak dikotori oleh praktek maladministrasi,” ujar Rumengan, kemarin siang.

Rumengan juga menuding Dirjen Dikti Ali Gufron memanipulasi surat rekomendasi ORI nomor 0001/REK/0834.2016/V/2018 tangal 31 Mei 2018, sehingga menteri tidak berani mencopot rektor UNIMA.

Bahkan, lanjut Rumengan, terkait hal itu, ORI akhirnya menyurat ke Presiden Joko Widodo karena rekomendasinya tidak digubris Menrisitek Dikti M Nazir.

“Ini sungguh memprihatikan. Pertama kali di negeri ini ada rekomendasi lembaga negara sekelas ORI dilecehkan begitu saja oleh kementrian tanpa ada pejelasan. Bahkan, surat ORI ke presiden pun tidak ada tangapan,” ungkapnya.

Menanggapi aksi unjuk rasa dari PAMI, pihak Kemdikbud melalui bagian Tata Usaha yang menerima perwakilan pendemo memastikan bahwa aspirasi dan tuntutan PAMI akan disampaikan langsung ke Menteri Nadiem Makarim dan juga melalui email menteri. / *