Kajinews, Makassar _ Kompleksitas permasalahan di pasar seperti tiada henti. Belum lagi rampung urusan pasar Senggol yang selalu membuat macet arus lalin, kini muncul masalah baru.

Kali ini, masalah terjadi di internal pejabat pasar karena mis komunikasi.

Dari beberapa sumber, termasuk para pedagang diketahui kalau Kaur Keamanan dan Ketertiban Pasar Sambung Jawa ternyata punya stand di tempatnya bekerja.

Lokasinya berada di depan rumah salah seorang warga Kelurahan Mattoangging sekaligus diatas sempadan jalan.

Kondisi itu lama kelamaan menimbulkan protes pemilik rumah karena akses keluar masuk jadi terbatas.

Mereka akhirnya berurusan di Kantor Lurah Mattoangging yang difasilitasi Kepala Pasar Ansari B. Terjadi perdamaian, tapi Kaur merasa tidak dibela.

Diduga karena hal itu, Kaur lalu berkomentar di media kalau terjadi ketimpangan dan kecurangan yang dilakukan oleh kepala pasar.

Meski demikian, apa yang dibeberkan Kaur Keamanan dan Ketertiban ke media sudah diklarifikasi Ansari B selaku Kepala Pasar, kalau hal itu tidak benar.

“Jumlah pedagang kami hanya sebanyak 519 orang. Yang aktif hanya sebanyak 420 pedagang. Jadi, tidak benar kalau ada 700 pedagang. Kolektor retribusi kami juga sangat bijaksana kepada pedagang. Jika kondisi mereka sepi mau diapa,” terang Ansari.

Meski begitu, dia mengaku kalau timnya bekerja sesuai target yang diberikan dan selalu mencapai target 100 % setiap hari.

Ansari juga memberikan klarifikasi bahwa tidak benar kalau uang retribusi disetor kepadanya.

“Para kolektor yang menyetor langsung ke PD Pasar,” tutup Ansari. / Anisah AM