Kajinews, Pinrang  _  Proses pilkada serentak selesai dilaksanakan di daerah-daerah termasuk Kabupaten Pinrang. Namun masih menyisakan sedikit masalah karena indikasi terjadinya kecurangan pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Menyikapi kondisi tersebut, Aliansi Masyarakat Pinrang (AMP) menggelar aksi damai di depan Kantor Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Pinrang, pada Selasa (03/07/2018) kemarin sekitar pukul 10.00 Wita.

Koordinator Lapangan Lagaligo, dalam orasinya menyebut kalau proses pilkada serentak di Pinrang berjalan dengan baik akan tetapi dalam proses tersebut terciderai dengan adanya indikasi kecurangan yang dilakukan oleh oknum pelaksana di daerahnya.

Karena itu, lanjut Korlap Lagaligo, pihaknya menuntut kepada pihak terkait agar proaktif dalam menjalankan tugasnya. Dalam pernyataan sikap yang dibacakan seiring dengan makin tingginya asap dari ban yang dibakar, disebutkan bahwa mereka menuntut Panwaslu Pinrang untuk menindak KPPS yang  tidak melaksanakan aturan sebagaimana diatur dalam Pasal 7 Ayat 2 yang berbunyi “dalam memberikan suara di TPS sebagaimana yang dimaksud pada Ayat 1 bahwa pemilih menunjukkan formulir model C6-KWK dan wajib menunjukkan KTP Elektronik atau surat keterangan kepada KPPS, dimana aturan itu jelas dituangkan dalam surat edaran KPU Nomor 754 Point 2 Ayat A.

Pada kesempatan aksi damai tersebut, massa juga meminta Panwas untuk lebih proaktif dalam penanganan kasus, terkhusus untuk memeriksa surat keterangan yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pinrang yang terindikasi banyak data ganda didalamnya.

Terkait hasil temuan, tim aksi meminta agar Panwas Kabupaten Pinrang menerbitkan rekomendasi pemungutan suara ulang diseluruh kecamatan di Kabupaten Pinrang. Selain itu, tim aksi damai juga meminta Panwas harus bersikap netral dalam menangani setiap pelanggaran yang terjadi. / Kasman