Mamuju, Kajinews  _  Festival Maradika Mamuju 2019 (FMM) yang merupakan ajang memperkenalkan dan promosi budaya tanah mandar, Kerajaan Pitu Ulunna Salu (PUS) dan Pitu Babana Binanga (PBB), rencananya akan dihelat pada tanggal 16 – 19 Desember 2019.

FMM 2019 juga akan menjadi Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), dimana, 150 perwakilan kerajaan se-Nusantara akan diundang.

Mnurut rencana, festival akan dihadiri Pemangku, Lembaga dan masyarakat adat se- Indonesia, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se- Indonesia serta masyarakat Sulawesi Barat.

Kepala BPS Sulbar Win Rizal memprediksi bahwa kegiatan tersebut akan membawa dampak positif bagi ekonomi mamuju. Dia berharap tidak terjadi inflasi yang bergejolak.

Terkait hal itu, menurutnya harus segera ada upaya untuk mengendalikan kemungkinan adanya inflasi.

Pasalnya, kata dia, jumlah tamu yang akan datang diprediksi hingga puluh ribu orang itu akan berdampak pada transportasi, akomodasi, industri dan pariwisata sehingga akan mempengaruhi PDRB Mamuju.

“Yang pasti, kita berharap kegiatan itu membawa lompatan ekonomi bagi sulbar secara berkesinambungan melalui kerja sama dengan daerah dan negara lain. Saat ini, ekonomi kita melambat, terakhir pertumbuhan ekonomi kita 4 % dibawah nasional,” ungkap Win.

Disisi lain, Ketua Panitia Pelaksana FMM 2019 Irwan SP Pababari yang juga sebagai Wakil Bupati Mamuju menyampaikan bahwa
festival yang diinisiasi pihak Kerajaan Mamuju itu mendapat dukungan penuh Dinas Pariwisata Mamuju.

Irwan bwrharap melalui FMM kali ini bisa membangkitkan kembali ingatan warga Mamuju akan kejayaan budaya Mamuju di masa lalu.

Saat festival, masyarakat dan wisatawan bahkan bisa merasakan suasana seperti berada di Mamuju masa lampau, ketika masih dalam sistem kerajaan. Masyarakat bisa menyaksikan dan merasakan suasana kebatinan yang menautkan spritualitas warga dengan kebudayaan Mamuju, sebagai sebuah kerajaan. Begitu juga dengan adat-istiadat Pitu Ulunna Salu dan Pitu Babana Binanga.

Lebih jauh, Irwan menyebutkan kalau 14 Kerajaan yang ada di Sulbar bakal bertemu dengan 149 kerajaan dan pemangku adat dalam naungan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) yang diundang mengikuti Festival Maradika Mamuju 2019.

“Dunia harus mengetahui kekayaan budaya di Sulawesi Barat, khususnya Mamuju. Kekayaan budaya yang luar biasa ini harus di-publisuh,” ujar Irwan yang juga Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan (DKKM), Mamuju, tersebut.

Untuk diketahui, Festival Maradika Mamuju akan dimeriahkan kirab budaya, mamuju fashion carnival, pentas seni, ritual adat massosor manurung, dan tari kolosal lasalaga.

Festival juga akan dimeriahkan 690 penari. Terdiri dari penari kolosal 500 orang dan penari Masossor Manurung 60 orang. Plus penari kolosal dari Majene 80 orang dan penari dari Bali sekitar 50 orang.

Kepada masyarakat setempat, Irwan meminta bantuan untuk sama-sama terlibat dalam mensukseskan acara tersebut.

Berikut beberapa agenda yang akan dilaksanakan pada festival :
1. Sosor Manurung,
2. Ritual Moalibe,
3. Karnaval,
4. Sendra Tari,
5. Pasar Budaya,
6. Tour Wisata,
7. Pentas Seni,
8. Musyawarah Agung,
9. Kegiatan lain seperti mamuju fashion carnaval, kirab budaya, pameran budaya, dan pagelaran sendra tari.

Lokasi Festival dipusatkan di 2 lokasi, Rumah Adat Mamuju dan Anjungan Pantai Manakarra.

Kegiatan indoor, dilaksanakan di Grand Maleo Hotel and Convention dan Maleo Town Square (Matos) Mall and Hotel. / Rangga