Staf Kejari Makassar dan Unit Jibom Brimob Polda Sulsel sesaat sebelum barang bukti bahan peledak dieksekusi di Parangloe, Gowa

Kajinews, Sungguminasa  _  Jaksa Kejari Makassar melakukan eksekusi ribuan barang bukti bahan peledak yang telah berkekuatan hukum tetap  di lokasi PT Inhutani, Desa Belapunrangan Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa, Pada Kamis (16/08/2018).

Pemusanahan barang bukti tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Seksi TIndak Pidana Umum Kejari Makassar, Ulfadrian Mandalani SH MH.

Barang bukti yang dimusnahkan Jaksa Kejari Makassar dengan cara diledakkan tersebut merupakan  barang bukti dalam perkara kepemilikan bahan peledak tanpa izin dari 10 terpidana.

Barang bukti yang dimaksud, diantaranya adalah 56 dos detonator merk C Det Alfa dengan isi 50 per dosnya, 3000 Detonator rakitan, 990 batang peledak detonator, 3 botol cairan potassium, 3 detonator dengan 3 sumbu, 4 jerigen ammonium nitrate, 1 detonator dengan sumbu, 3 Nitrate jergen Amonium, puluhan jerigen cairan potassium, puluhan botol ammonium Nitrate, 5 zak amunium nitrate dan puluhn botol pupuk ammonium nitrate serta 4 buah detonator

Dalam pelaksanaan eksekusi pemusnahan barang bukti tersebut, jaksa meminta bantuan Unit Penjinak Bom (Unit Jibom) Brimob Polda Sulsel yang dipimpin oleh Wakasudin Brimob Polda Sulsel, Iptu Syamsuddin dengan melibatkan 8 orang anggotanya.

Tim Kejari Makassar dan Unit Jibom Brimob Polda Sulsel di lokasi pemusnahan barang bukti bahan peledak

Pemusnahan dan/atau peledakan pertama dilakukan terhadap 1 buah kotak berisi 50 batang detonator namun mengingat banyaknya barang bukti yang jumlahnya mencapai ribuan maka dilakukan peledakan secara bertahap karena suara dentuman dan getaran yang dihasilkan sangat keras.

“Barang bukti tersebut telah dinyatakan inkracht/berkekuatan hukum tetap yang diambil dari gudang barang bukti Kejari Makassar dengan menggunakan 1 unit mobil Gegana dan 1 unit mobil barang bukti Kejaksaan Negeri Makassar,” terang Ulfadrian Mandalani.

Dipilihnya lokasi milik PT Inhutani sebagai tempat pemusanahan setelah dilakukan pengkajian matang dan  melalui proses persiapan sterilisasi lokasi peledeakan.

“Pemusanahan barang bukti yang berlangsung dalam beberapa jam sejak pukul 09.00 Wita terlaksana aman dan terkendali. Proses pemusnahan barang bukti juga mendapat pantauan serta pengamanan personil Intelijen Kejari Gowa,” ujar Kasi Pidum Makassar Ulfadrian Mandalani SH MH.

Srikandi kejaksaan ini juga menghimbau masyarakat untuk tidak memiliki atau menyimpan bahan peledak secara tanpa hak atau tanpa ijin pihak berwenang karena dapat membahayakan diri pribadi atau orang lain dan juga dapat diancam dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya dua puluh tahun. / Rangga