Kajinews, Selayar  _  Tim Penyidik Seksi Pidsus Kejari Kabupaten Kepulauan Selayar, menetapkan status Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Andi Anwar Dg Pasikki yang sebelumnya dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan dugaan kasus tindak pidana korupsi senilai lebih kurang Rp 774.739.497 (tujuh ratus tujuh puluh empat juta tujuh ratus tiga puluh sembilan ribu empat ratus sembilan puluh delapan rupiah).

Andi Anwar Dg Pasikki ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi berdasarkan hasil penyelidikan tim seksi pidsus Kejari Selayar terkait pengerjaan proyek peningkatan jalan ruas Dusun Bonelohe – Labuang Nipaya, Desa Kayu Bau Kecamatan Bontomate’ne Selayar TA 2015.

Kepala seksi tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Selayar, Juniardi Windaraswara SH MH yang dikonfirmasi wartawan, Kamis (14/11) 2019, menyatakan, “tersangka Andi Anwar Dg Pasikki kita tetapkan sebagai DPO, sejak dimulainya tahap penyidikan dan pemberkasannya, kemudian disidangkan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Makassar dan diputus secara In Absentia tanpa menghadirkan terdakwa yang sejak awal melarikan diri.

Penetapan status tersangka terhadap yang bersangkutan didasarkan pada putusan pengadilan tindak pidana korupsi (PN Tipikor) Makassar nomor : 84/PID.SUS.TPK/2017/PN.MKS tanggal 29 Agustus 2017.

Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Makassar, yang bersangkutan dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi dan secara bersama-sama merugikan negara dalam kegiatan proyek peningkatan jalan ruas Bonelohe – Labuang Nipaya.

“Setelah tiga tahun buron dan dinyatakan sebagai DPO, hari ini, Kamis, (14/11) Andi Anwar Dg Pasikki berhasil kita cokok dari kota tempat persembunyiannya di Mekar Sari, Pulo Merak, Kabupaten Cilegon, Banten.

Melalui keterangannya, Juniardi menyampaikan bahwa Andi Anwar ditangkap setelah terendus dan diketahui berada di Mekar Sari Pulo Merak Cilegon Banten, bersama keluarganya.

“Penangkapan tersangka, ikut diback up Tim Respon Sabhara, Polres Pelabuhan Makassar yang dipimpin IPTU Asfada.

Usai penangkapan, lanjut Juniardi, Andi Anwar digelandang dan diterbangkan ke Makassar. Selanjutnya, dijebloskan ke Lapas Klas IA Makassar menjalani proses penahanan selama kurun waktu 5 tahun dan 6 bulan pidana denda sebesar Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah) subsidair 7 tujuh bulan hukuman penjara. / fadly syarif