Kajinews, Pasangkayu  _  Kali ini SMPN 1 Bambalamotu dapat rekomendasi perbaikan administrasi dengan tenggang waktu 7 hari plus dua bulan. Berdasarkan hasil evaluasi Tim Inspektorat Kabupaten Pasangkayu, ditemukan beberapa kejanggalan dalam penggunaan dana bantuan operasional sekolah pada tahun 2017 lalu.

Rahmat, selaku Kepala Inspektorat Pasangkayu menyampaikan kalau tim audit inspektorat menemukan adanya bukti-bukti pendukung yang belum dilengkapi pihak SMPN 1 Bambalamotu.

Besaran nilai temuan sementara adalah Rp 65.264.000 plus nilai pajak buku sebesar Rp 3.728.455.  “Sedangkan untuk Buku Kas Umum (BKU), di kwitansi tidak sesuai dengan jumlah yang dibelanjakan senilai Rp 8.475.500. Sehingga temuan sementara pada tahun 2017 lalu adalah Rp 65.264.000 + Rp 8.475.500 = 73.739.500. Jumlah itu belum termasuk nilai pajak,” papar Rahmat.

Dari temuan tersebut, pihak inspektorat akan memberikan waktu 7 hari untuk lakukan pengembalian. Jika, dalam waktu itu belum bisa dikembalikan maka inspektorat kembali akan memberikan keringanan 60 hari lagi.

“Paling lama diberikan keringanan pengembalian selama enam puluh hari. Jika itu tidak dapat dipenuhi maka kami akan serahkan ke penegak hukum,” jelasnya.

Terkait hal tersebut, pihak inspektorat memberikan lima rekomendasi kepada SMPN 1 Bambalamotu. Lima rekomendasi yang dimaksud adalah : 1).  Memerintahkan Kepsek SMPN 1 Bambalamotu, untuk melengkapi sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan petunjuk teknis, 2). Melengkapi bukti pertanggungjawaban keuagan Dana BOS sebesar Rp 65.264.000, 3). Melakukan penyetoran pajak ke Kas Negara sebesar Rp 3.728.455, 4). Melakukan penyesuaian nilai pertanggungjawaban pada kwitansi pembayaran sebesar Rp 8.475.500 dan 5). Menyarankan agar lebih teliti dalam melakukan verifikasi pertanggungjawaban Dana Bos.  / RM – Jamal