Mamuju, Kajinews  _  Berdasarkan hasil survei terhadap harga konsumen di 82 kota di Indonesia Medio November 2019 lalu, diketahui bahwa ada 57 kota mengalami inflasi dan 25 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Manado 3,30 % sementara terendah di Malang 0,01 %. Terkait deflasi, Tanjung Pandan tertinggi 1,06 % dan terendah di Denpasar dan Batam 0,01 %.

Mamuju yang berada di peringkat ke-34 tertinggi inflasi karena dipengaruhi peningkatan harga sesuai indeks harga pada enam kelompok pengeluaran seperti, bahan makanan 0,80 %, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,32 %, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,09 %, sandang 0,11 %, kesehatan 0,02 % dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 %.

Namun,tingkat perubahan indeks tahun kalender (januari-november) 2019 di Mamuju, inflasi 0,73 % sementara tingkat perubahan indeks tahun ke tahun (november 2019 terhadap november 2018) adalah 1,20 %.

Kepala BPS Mamuju Win Rizal menjelaskan kepada sejumlah awak media bahwa Mamuju yang mengalami inflasi sebesar 0,23 % menunjukan terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 133,28 pada Oktober 2019 menjadi 133,59 % pada November 2019.

Lebih jauh, Win menjelaskan bahwa hal itu dipengaruhi oleh enam kelompok pengeluaran yang dijelaskan diatas. Meski demikian, ada satu kelompok yang mengalami deflasi sebesar 0,28 % yakni dari kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan.

“Masing-masing kelompok pengeluaran penyumbang inflasi/deflasi didasarkan pada bobot dan tingkat harga yang terjadi,” ungkap Win.

Dengan demikian, kata Win, kelompok yang memberi andil inflasi adalah kelompok bahan makanan 0,19 %, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,05 %, perumahan, listrik, air, gas dan bahan bakar 0,02 % dan kelompok sandang adalah sebesar 0,01 %. Sedangkan penyumbang deflasi adalah kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,04 %. / Rangga