Kajinews, Pinrang  _  Kecewa karena kurangnya perhatian pemerintah daerah, terkait langka dan mahalnya harga tabung gas elpiji 3 kg, ratusan masyarakat yang tergabung dalam gabungan LSM se-Kabupaten Pinrang turun ke jalan, pada Senin (03/09/2018).

Kali ini, aksi dilakukan di depan Mall Pinrang Sejahtera Jl Jend. Sudirman, Tugu Patung Lasinrang Jl Sukowati, lanjut ke Kantor DPRD Kabupaten Pinrang, dengan tujuan meminta Pemerintah Daerah, PT Pertamina (persero) dan semua pangkalan (agen) gas elpiji agar menormalkan harga tabung gas di kabupaten ini.

Erni (30), IRT, pelaku aksi, menyayangkan langka dan mahalnya harga elpiji yang bisa menembus angka Rp 25.000. Dalam aksinya, ia menyampaiakan bahwa sebagai masyarakat, ia tidak lagi menggunakan gas elpiji 3 kg, yang katanya diperuntukkan bagi rakyat kecil. Saat ini, ia hanya menggunakan kayu bakar untuk kebutuhan memasak makanan di rumahnya, akibat dari langka dan mahalnya gas elpiji 3 kg.

“Kami sangat berharap kepada pemerintah setempat, supaya mengstabilkan harga gas elpiji,” kata Erni.

Sementara, Andi Utta, koordinator aksi, menyebut kalau untuk setiap hari, kabupaten pinrang mendapat suplai tabung gas elpiji 3 kg sebanyak 10.000 tabung, yang dibagikan di 438 agen. Metode penyalurannya, tabung gas disuplay sekali dalam seminggu, meskipun, ternyata, ada juga pangkalan yang mendapatkan suplai tabung gas dua kali dalam seminggu.

Dari sejumlah tabung yang dipasok ke pinrang, menurut A Utta, selain digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, ternyata juga digunakan untuk peternakan ayam, laundry dan pertanian, sehingga dianggap salah sasaran.

Ia meminta pemerintah daerah, agar melakukan sidak ke lapangan dengan melibatkan LSM dan Media serta melakukan operasi pasar.  / Akbar